Angka Perceraian di Aceh Meningkat Drastis Akibat Pengaruh Narkoba, BNN Ambil Langkah Pemberantasan Sejak Dini - Acheh Network - Situs Berita Online

Jumat, 10 Maret 2023

Angka Perceraian di Aceh Meningkat Drastis Akibat Pengaruh Narkoba, BNN Ambil Langkah Pemberantasan Sejak Dini

Angka Perceraian di Aceh Meningkat Drastis Akibat Pengaruh Narkoba, BNN Ambil Langkah Pemberantasan Sejak Dini
Ilustrasi jauhi narkoba. (Foto: Pixabay)
LANGSA - Angka perceraian di Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang drastis dan mencapai 60 persen hingga saat ini, dibandingkan dengan angka sebelumnya yang hanya sekitar 50 persen ke bawah. Salah satu penyebab dari peningkatan angka perceraian ini adalah akibat pengaruh narkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Sukandar, mengungkapkan hal ini saat memberikan penjelasan di hadapan Forkopimda Kota Langsa dalam silaturahmi dan kunjungan kerjanya di Aula Pendopo Wali Kota Langsa pada Kamis, 9 Maret 2023.

Menurut Sukandar, akibat pengaruh narkotika, angka perceraian di Aceh mencapai 60 persen. Oleh karena itu, BNN melakukan beberapa langkah untuk pemberantasan narkotika sejak dini. BNN bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk melakukan tes urine pada setiap pasangan yang akan menikah. Selain itu, BNN juga bekerja sama dengan Pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di setiap tingkatan.

Selanjutnya, acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara BNN Kota Langsa dengan Universitas Samudra (Unsam) Langsa dan IAIN Langsa terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pj Wali Kota Langsa yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Suriyatno, menyambut baik kunjungan kerja Kepala BNNP Aceh dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pencerahan dan edukasi penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan survei BNN dan LIPI tahun 2019, angka pengguna narkoba di Aceh mencapai kurang lebih 83.000 jiwa dengan angka prevalensi 2,80. Menurut Sukandar, kondisi Aceh hari ini benar-benar darurat narkoba. Narkoba telah menyebar di sejumlah kalangan usia dewasa, mahasiswa, pelajar bahkan ibu rumah tangga yang menjadi kurir.

Karena itu, Pemerintah Kota Langsa bersama elemen terkait lainnya berkomitmen kuat untuk memberantas narkotika sesuai dengan tugas-fungsi masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU komitmen pemberantasan narkoba dengan para Keuchik Gampong di Kota Langsa, yang diwakili Keuchik Gampong Matang Seulimeng Jufri, Keuchik Pondok Pabrik Azman, Geuchik Gampong Buket Metuah, Yasir, Geuchik Tualang Teungoh, Samsuar perwakilan APDESI Junaidi dan pihak lainnya.

Pada kesempatan itu, Suriyatno mewakili Pj Wali Kota Langsa melakukan peluncuran aplikasi Pelayanan Langsung Masyarakat BNNK Langsa yang disaksikan Kepala BNNP Aceh, Kepala BNNK Langsa AKBP Werdha Susetyo dan para undangan. 

Dalam upaya pemberantasan narkotika di Kota Langsa, BNNK Langsa juga akan bekerja sama dengan para Keuchik Gampong (Kepala Desa) dan Pengurus Masjid untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkotika kepada masyarakat.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Sukandar juga menambahkan bahwa selain pencegahan, BNN juga akan meningkatkan penindakan terhadap peredaran narkotika. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberantas narkotika di Aceh.

“Mari kita bersama-sama bekerja untuk memberantas narkotika di Aceh. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari peredaran narkotika. Mari kita jaga generasi muda kita dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Peningkatan angka perceraian di Aceh yang disebabkan oleh pengaruh narkotika menjadi sebuah masalah serius yang harus segera diatasi. Diperlukan upaya pencegahan dan penindakan yang komprehensif dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk memberantas peredaran narkotika dan menyelamatkan generasi muda Aceh dari bahaya narkotika.[]

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda