Pada Sabtu (25/3/2023), banjir sudah kembali surut. Namun, kewaspadaan tetap dilakukan karena mendung masih menyelimuti wilayah tersebut dan hujan masih berpotensi turun. Banjir tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan, namun peralatan rumah tangga basah. Apalagi, sedang bulan Ramadhan sehingga warga terkena musibah ini harus berusaha lebih keras dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi melalui tim Pusdalops Agus Salim, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas yang tinggi. Selain itu, tersumbatnya pintu air Gampong Blang Bayu dan pintu air Keude Seumot juga menjadi faktor penyebab. Karena hal itulah yang menyebabkan Krueng Kulu meluap dan membanjiri pemukiman penduduk dengan ketinggian air mencapai 10-30 cm.
Warga di empat desa yang terkena banjir merasa prihatin dengan musibah yang menimpa mereka. Mereka harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa warga harus mengungsi ke rumah saudara karena rumah mereka terendam banjir. Warga yang terkena musibah ini berharap agar pemerintah setempat dapat memberikan bantuan untuk membantu mereka dalam mengatasi dampak banjir ini. Selain itu, mereka juga berharap agar pemerintah setempat dapat memperbaiki sistem pengelolaan air di daerah mereka agar banjir serupa tidak terjadi lagi di masa depan.[]