24 C
id

BMKG Malikussaleh Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selat Malaka

BMKG Malikussaleh Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selat Malaka
Ilustrasi peta perkiraan cuaca. (Foto: SS BMKG)
LHOKSUKON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Aceh Utara telah mengeluarkan peringatan kepada nelayan untuk waspada terhadap potensi gelombang dengan ketinggian mencapai dua meter di Perairan Lhokseumawe dan perairan Selat Malaka bagian utara. Kepala BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Siswanto, melalui Forecaster On Duty Wiwit Nita Sari mengatakan bahwa dalam dua hari ini ketinggian gelombang untuk Perairan Lhokseumawe mencapai satu meter dan untuk perairan Selat Malaka bagian utara mencapai dua meter.

Hal tersebut disebabkan oleh angin kencang, terutama angin dari barat laut hingga timur dengan kecepatan mencapai 50 kilometer per jam. Wiwit menambahkan bahwa tinggi gelombang tersebut berisiko bagi keselamatan pelayaran, khususnya perahu nelayan yang kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter juga berisiko.

BMKG meminta agar tidak hanya para nelayan yang beraktivitas di laut yang waspada, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadinya tingginya gelombang. Untuk perkiraan cuaca dalam tiga hari ke depan, BMKG menyatakan bahwa cuaca cenderung cerah berawan di pagi hari, kemudian berawan di siang hari hingga sore. Meskipun potensi hujan masih ada, namun masih dalam skala lokal di wilayah Aceh Utara. Kecepatan angin dari pagi hingga sore rata-rata berkisar antara 4 hingga 10 kilometer per jam, tetapi menjelang sore terjadi peningkatan hingga 20 kilometer per jam.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak kondisi cuaca, terutama dengan minimnya curah hujan belakangan ini seperti kebakaran lahan ataupun pemukiman. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi hal yang menjadi pemicu kebakaran seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa mengawasi, membakar lahan dengan cara membakar, dan hal lainnya.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya