24 C
id

Penemuan Mayat di Jalan Lintas Nasional Desa Blang Panyang, Kota Lhokseumawe

Penemuan Mayat
Penemuan Mayat di jalan lintas di Lhokseumawe. (Foto: Dok Polisi)
LHOKSEUMAWE - Masyarakat di Dusun III, Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dikejutkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang tergeletak di badan jalan lintas Medan-Banda Aceh, daerah setempat. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Muara Satu, Iptu Syahrizal, menjelaskan bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat sekitar pukul 01.00 WIB. 

Informasi tentang penemuan ini baru diterima oleh petugas sekitar pukul 02.26 WIB, dan segera petugas bergerak ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Syahrizal menambahkan bahwa mayat tersebut adalah seorang pria, ditemukan tergeletak dalam kondisi telungkup di badan jalan lintas nasional di Kota Lhokseumawe.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan barang-barang yang diduga milik korban, seperti sepasang sepatu olahraga hitam dan selembar sarung dengan motif kotak-kotak berwarna merah.

"Saat ini, mayat telah dibawa ke RSUD Cut Meutia untuk dilakukan autopsi guna penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

Identitas Korban akhirnya Terungkap

Masyarakat di Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang tergeletak di badan jalan lintas Medan-Banda Aceh. Kini, identitas korban telah terungkap. Korban adalah Asriansyah (32), seorang warga Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Hasil identifikasi oleh pihak kepolisian telah diperkuat dengan pengakuan dari pihak keluarga. Saat ini, korban telah dibawa pulang oleh keluarga ke rumah duka.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Muara Satu, Iptu Syahrizal, menjelaskan bahwa penyebab kematian korban masih belum diketahui, dan pihak keluarga tidak memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi.

Selain itu, berdasarkan pengakuan dari pihak keluarga, diketahui bahwa korban menderita gangguan kejiwaan dan seringkali berjalan tanpa arah dan tujuan. Korban juga merupakan pasien rehabilitasi di lembaga rehab Permata Hati Lhokseumawe dari tahun 2020 hingga tahun 2022.

Keadaan korban kemudian memburuk setelah ayahnya meninggal dunia, menyebabkan korban mengalami depresi berat.

Misteri penemuan mayat ini telah mendapatkan jawaban atas identitas korban, namun penyebab kematian masih menjadi pertanyaan yang belum terpecahkan. Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya penanganan dan pemahaman mengenai kesehatan mental.

Semoga keluarga korban dapat menemukan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran seputar kematian Asriansyah.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya