24 C
id

Musibah Kebakaran di Aceh Tamiang saat Masak Lontong untuk Lebaran, 'Si Jago Merah' Lahap Dua Rumah

Kebakaran Aceh Tamiang
Kebakaran rumah di Aceh Tamiang (Foto: aceh.tribunnews)
ACEH TAMIANG - Dua unit rumah di Aceh Tamiang mengalami nasib tragis ketika terbakar hebat pada Rabu (28/6/2023), bertepatan dengan hari meugang Idul Adha 1444 Hijriah.

Kobaran api diketahui berasal dari kayu bakar yang digunakan untuk memasak lontong dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Korban kebakaran ini adalah Mulyani (37), seorang warga Dusun Melati, Kampung Bukit Tempurung, Kota Kualasimpang.

Rumah yang diahuni Mulyani bersama tiga anaknya, termasuk seorang anak sulung berusia 17 tahun yang bekerja sebagai juru parkir, terbakar habis dalam musibah ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengungkapkan bahwa kejadian ini mengakibatkan dua rumah tersebut hancur menjadi puing. 

Kerusakan yang parah ini terjadi karena rumah-rumah tersebut terbuat dari kayu, sehingga api dengan mudah meluas dan merusak semuanya.

Mulyani sendiri mengaku kepada petugas bahwa saat kejadian, dia baru saja selesai memasak lontong menggunakan kayu bakar.

Saat sedang berkumpul dengan anak-anaknya di ruang tamu, tiba-tiba ruangan tersebut dipenuhi oleh kepulan asap yang pekat.

"Baru saja memasak menggunakan kayu, informasinya memasak lontong," ungkap Iman Suhery.

Iman Suhery, yang akrab disapa Bayu, menambahkan bahwa setelah menyadari bahwa ruang tamu dipenuhi asap, Mulyani segera mencari sumber api.

Dia memastikan bahwa api berasal dari kayu bakar yang baru saja dia gunakan untuk memasak lontong.

BPBD Aceh Tamiang segera mengirimkan sejumlah armada pemadam kebakaran untuk mengatasi amukan api ini. Dalam waktu 30 menit, api berhasil dipadamkan.

Diperkirakan kerugian materi yang dialami korban mencapai Rp 50 juta.

Sementara itu, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, lokasi kejadian telah dipasangi police line agar tidak ada gangguan yang mengganggu proses penyelidikan.

Kebakaran ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat menggunakan sumber api.

Semoga Mulyani dan keluarganya dapat mengatasi cobaan ini dengan tegar, dan semoga mereka mendapatkan dukungan dan bantuan untuk memulihkan kembali kehidupan mereka.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya