24 C
id

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Aceh: Permainan Distributor dan Dampak Buruk bagi Masyarakat

Kelangkaan gas elpiji 3 kg, Aceh, harga gas melon, permainan distributor, dampak bagi masyarakat
Ilustrasi (Foto: Liputan6)
Achehnetwork.com, Banda Aceh - Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kg di kawasan Provinsi Aceh telah menimbulkan masalah serius bagi masyarakat.


Distribusi bahan bakar bersubsidi yang seharusnya menjadi solusi untuk keluarga dengan ekonomi rendah, kini terasa seperti menjadi permainan pihak distributor.


Kelangkaan gas elpiji tersebut tidak hanya sulit ditemukan, tetapi juga menyebabkan lonjakan harga yang luar biasa.

Bahkan, harga gas tabung 3 kg kini mencapai kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogramnya. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 18.000 per kilogram.


Misalnya, di Kabupaten Pidie, ada seorang pemilik toko yang menjual gas tabung 3 kg dengan harga tinggi tersebut.

Ummi, pemilik toko tersebut, mengungkapkan bahwa harga gas melon yang dia jual hanya memberikan keuntungan sekitar Rp 3.000 per tabung, dengan modal pembelian sebesar Rp 32.000 per tabung. 

Keadaan ini menyebabkan masyarakat terpaksa membeli elpiji dengan harga tinggi dari pengecer ilegal di luar distributor Pertamina.


Maimun, salah seorang warga di Desa Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, juga mengalami kesulitan akibat kelangkaan ini.

 Ia harus membeli elpiji 3 kg seharga Rp 40.000 per kilogram dari pengecer ilegal karena tidak ada pilihan lain.


Kondisi serupa juga terjadi di berbagai kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Aceh, seperti Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Aceh Besar.

Sayangnya, selama kelangkaan ini, gas elpiji 3 kg semakin sulit didapatkan di pangkalan atau pengecer resmi.

Sebaliknya, barang-barang tersebut kerap tersebar di kedai, warung, toko, atau kios pedagang ilegal yang tidak terdaftar di agen Pertamina.


Keberadaan barang-barang tersebut diduga mendapatkan pasokan dari distributor nakal untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Mereka sering menyelundupkannya pada malam hari dan menyembunyikannya dengan mengubah segel pengaman pada pentil tabung 3 kg seolah-olah tabung tersebut kosong.


Ironisnya, meskipun hal ini sudah menjadi rahasia umum, belum ada tindakan penertiban yang dilakukan oleh pihak terkait.

Masyarakat merasa kesulitan untuk mengadu dan berharap agar masalah ini segera mendapatkan perhatian dan solusi dari pihak yang berwenang.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat Aceh, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.(*)

Sumber: medcom.id

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya