24 C
id

Komplek Makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah Dipenuhi Penziarah

Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, Komplek Makam, Peziarah, Warisan Sejarah, Pemugaran Makam, Kondisi Bangunan, Perjuangan Pelestarian
Komplek Makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah Dipenuhi Penziarah
Achehnetwork.com, Aceh Timur -  Suasana khidmat dan hening mengelilingi komplek makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, di Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Hari ini, Rabu, 1 Muharram 1445 Hijriah, peziarah berduyun-duyun datang ke sini untuk merayakan tahun baru Islam.


Saiful, yang akrab disapa Abu Bandar, seorang pemandu sejarah Islam Peureulak, mengungkapkan bahwa setiap tahun, acara doa bersama menyambut 1 Muharram selalu diadakan dengan khidmat di kompleks makam ini.

Tradisi ini telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan keimanan masyarakat setempat.

Tak hanya dari lokal, kunjungan peziarah juga datang dari negara tetangga seperti Malaysia.

Kompleks makam ini menjadi magnet spiritual bagi mereka yang ingin merenungkan sejarah Islam di Asia Tenggara.

Namun, di tengah keindahan spiritual, Jailani, salah satu pengunjung, merasa prihatin melihat minimnya fasilitas dan kondisi bangunan yang telah rapuh.

Kompleks makam yang merupakan warisan berharga ini tampak kumuh dan bangunannya usang. 

Rasanya malu menerima tamu dari luar yang datang dengan niat tulus, tetapi disambut dengan fasilitas yang tak sebanding dengan keagungan sejarah yang ada.


Jailani menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Provinsi Aceh untuk sungguh-serius membantu pembangunan kompleks makam ini, agar tak hanya sekedar pemugaran semata.

Warisan berharga ini harus dirawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya agar tetap menginspirasi dan memberi pengajaran bagi generasi selanjutnya.


Sejarah tak terbantahkan, Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan istrinya, Putri Meurah Mahmud Khudawi, adalah tokoh besar sebagai pendiri kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, yang berpusat di Bandar Khalifah Peureulak.

Beliau memerintah sejak 1 Muharram 225 H - 249 H, yang dalam hitungan tahun Masehi berkisar antara 840 M - 864 M.

Begitu berharga makna warisan mereka sehingga bahkan hingga kini, orang masih datang untuk berziarah ke makamnya.

Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, seorang penguasa bijaksana, wafat pada tahun 249 Hijriah atau 864 Masehi dan dikebumikan dengan penuh penghormatan di sesa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.


Semoga keberadaan kompleks makam ini tak hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga menjadi simbol perjuangan untuk menjaga dan memuliakan sejarah.

Mari bersama-sama, dengan tekad tulus, menjaga warisan berharga ini agar tetap menyebar cahaya dan kebaikan bagi generasi-generasi yang akan datang.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya