BANDA ACEH - Operasional KMP Aceh Hebat 1 rute Calang - Sinabang sementara berhenti untuk beberapa waktu.

Teuku Faisal, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan karena menunggu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) angkutan penyeberangan oleh Kementerian Perhubungan.

Faisal menyatakan, "Kapal tidak dapat berlayar tanpa izin berlayar. Selama ini izin diterbitkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas Il Aceh, tetapi mereka memiliki temuan inspektorat yang menyebabkan mereka tidak lagi berwenang mengeluarkan SPB kapal penyeberangan di Pelabuhan Calang."


Penghentian operasi Aceh Hebat 1 didasarkan pada surat yang dikeluarkan oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas Il Aceh pada tanggal 5 Juli 2023 mengenai pemberhentian penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal penyeberangan di Pelabuhan Calang.


Oleh karena itu, Dishub Aceh telah mengirim surat kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk segera mencari solusi terkait penerbitan SPB di Pelabuhan Calang, karena Kemenhub yang berwenang untuk mengeluarkan persetujuan berlayar.


"Kita sedang menunggu solusi mengenai siapa yang berhak menerbitkan SPB, karena jika belum ada yang mengeluarkannya, maka kapal tidak dapat berlayar. Kita masih menunggu keputusan dari Kemenhub mengenai kapan akan ditetapkan dan oleh instansi mana, karena keputusan ini tidak bisa diambil oleh daerah atau provinsi," jelasnya.


Untuk memastikan kelancaran penyeberangan ke Sinabang, Faisal mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji alternatif sementara bersama ASDP Aceh Singkil untuk mengalihkan rute KMP Aceh Hebat 1 melalui Pelabuhan Kuala Bubon sampai prosedur penerbitan SPB di Pelabuhan Calang ditetapkan.

Uji coba sandar KMP Aceh Hebat 1 di Pelabuhan Kuala Bubon telah dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Juli dengan melibatkan BPTD Kelas II Aceh, tim teknis Dishub Aceh, dan pihak PT ASDP.

"Uji coba ini perlu dilakukan karena setiap pelabuhan memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kondisi alur pelayaran, pasang surut, tinggi gelombang, kedalaman kolam pelabuhan, dan lain-lain, agar pelayaran tetap aman," tambahnya.(*)


Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS