24 C
id

9 Fakta Menarik Cekakak Jawa, si Burung Pengicau yang Pemalu

cekakak Jawa, keindahan alam Indonesia, satwa endemik, burung pengicau
Cekakak Jawa (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
Achehnetwork.com, Education - Indonesia, tanah yang diberkahi oleh aneka ragam kekayaan alam, termasuk keunikan satwa-satwanya.

Terkenal dengan peringkat pertama dunia dalam keanekaragaman spesies endemi, Indonesia juga menjadi rumah bagi lebih dari 300 jenis burung endemi yang menakjubkan. Salah satu yang tak bisa dilewatkan adalah cekakak Jawa.


Cekakak Jawa, atau dikenal juga sebagai Javan Kingfisher atau Blue-bellied Kingfisher (Halcyon cyanoventris), adalah suatu keajaiban yang hidup di Indonesia.

Ukuran tubuhnya yang sedang, paruh merah besar yang khas, mata coklat gelap, dan kaki berwarna merah tua menjadikannya salah satu burung yang paling mencuri perhatian.

Tidak hanya keindahannya, suara merdunya pun menjadi daya tarik tersendiri.

Mari simak sembilan fakta menarik seputar cekakak Jawa berikut ini.


1. Keindahan dalam Ukuran

Dilaporkan oleh Animalia, cekakak Jawa memiliki panjang tubuh sekitar 25–27 cm.

Dengan ciri khas paruh merah besar, mata coklat tua, dan kaki berwarna merah tua, cekakak Jawa benar-benar memikat.


2. Rumah di Alam Terbuka

Cekakak Jawa adalah jenis burung yang tidak bermigrasi.

Biasanya ditemukan di area terbuka seperti hutan bakau, persawahan, dan padang rumput.


3. Jiwa Soliter dan Teritorial

Mereka lebih suka menjalani hidup sendirian dan memiliki wilayah teritorial.

Aktivitas mereka cenderung terfokus di sekitar sarang mereka.


4. Jiwa Pemalu

Tidak Suka Keramaian: Meskipun memiliki penampilan menawan, cekakak Jawa termasuk pemalu.

Mereka sangat sensitif terhadap keberadaan manusia dan akan segera berlari menjauh jika merasa terganggu.


6. Suara Merdu yang Memukau

Cekakak Jawa terkenal dengan suara siulan merdu yang memukau hati.

Pola siulannya, seperti "cii-rii-rii" dan "ciirii-cirii," menjadi ciri khas yang tak terlupakan.


7. Kisah Bertelur yang Menarik

Masa bertelur cekakak Jawa berlangsung dari Maret hingga September.

Mereka menempatkan 3–5 telur di dalam terowongan tanah yang terpapar sinar matahari.


8. Pencarian Gizi untuk Anak

Anakan cekakak Jawa mengawali hidupnya dengan memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya.

Cacing dan belatung menjadi makanan favorit mereka.


9. Pertumbuhan dan Perubahan Menu

Seiring bertambahnya ukuran, cekakak Jawa mengubah menu makanannya.

Dari cacing dan belatung, mereka bertransisi menjadi pemangsa ikan kecil, ular, dan serangga besar.


Keberlanjutan yang Harus Dijaga: Menurut IUCN Red List, populasi cekakak Jawa saat ini masih terkendali.

Namun, perlu diingat bahwa populasi ini mengalami penurunan sejak tahun 1970 karena perburuan.


Populasi cekakak Jawa sebelumnya dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa di Indonesia.

Meski pada tahun 2018 pemerintah menghapusnya dari daftar spesies yang dilindungi, hal ini sejalan dengan pengamatan dari IUCN.


Meskipun awalnya dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko perburuan liar terhadap burung ini, penting bagi kita untuk menjaga kesadaran dalam melestarikan keindahan alam ini.

Dengan langkah-langkah perlindungan yang tepat, kita bisa menghentikan ancaman ini.

 Semoga pengetahuan ini menambah rasa kagum kita pada keanekaragaman hayati Indonesia.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya