24 C
id

Razia Polisi Terhadap Praktik Prostitusi di Banda Aceh: Tiga Wanita Ditangkap dengan Tarif Fantastis

Prostitusi Banda Aceh, Penangkapan PSK, Tarif Tinggi Prostitusi, Operasi Polisi, Kasus EA, Perdagangan Seks, Praktik Prostitusi Terungkap, Qanun Jinayat, Penyamaran Polisi, Guest House, Razia Prostitusi
Pelaku prostitusi online berhasil diamankan polisi (Foto: Ist)
Achehnetwork.com, Banda Aceh - Tiga perempuan yang terlibat dalam praktik prostitusi dan perdagangan seks di Banda Aceh telah berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.


Para tersangka ini diduga menetapkan tarif tinggi, mencapai jutaan rupiah, untuk setiap kali pertemuan intim.

Terdapat tiga individu yang diamankan dalam operasi penangkapan ini.

EA (22) disinyalir sebagai dalang dalam praktik prostitusi, sementara YM (24) dan VN (22) berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Ketiga tersangka ini semuanya merupakan penduduk setempat di Banda Aceh.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menjelaskan bahwa penangkapan ini dipicu oleh upaya penyamaran polisi yang menghubungi EA.

Setelah serangkaian percakapan intens, EA mengirimkan beberapa gambar perempuan yang disinyalir sebagai PSK.

"Dalam percakapan tersebut, EA menetapkan tarif sekitar Rp 2 juta untuk setiap kali layanan dari seorang wanita panggilan, dengan masing-masing wanita ini mendapatkan upah sekitar Rp 1,3 juta," ungkap Fadillah kepada para wartawan pada Rabu (16/8/2023).

Fadillah menjelaskan bahwa para pelaku sering kali berkumpul di salah satu warung kopi di Banda Aceh.

Setelah harga disepakati, petugas penyamaran yang bertindak sebagai klien menjemput EA di warung kopi tersebut dan mengarahkannya menuju sebuah guest house yang telah ditentukan oleh para tersangka.

Sesampainya di lokasi tersebut, polisi melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Tidak lama kemudian, dua perempuan yang diduga sebagai PSK berhasil diidentifikasi dan ditangkap di dalam kamar guest house, sementara EA ditangkap di area halaman penginapan pada dini hari Senin (5/8).

"Ketiga pelaku, yaitu EA, YM, dan VN, dengan tegas dituduh telah melakukan tindak pidana seperti mengatur, menyediakan fasilitas, atau mempromosikan praktik perzinahan, ikhtilat, dan khalwat. Mereka akan dijerat dengan hukum Qanun Jinayat," terang Fadillah.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya