Ragam, Acheh Network - Proyek-proyek megah pembangunan bendungan terus meramaikan Indonesia, dan salah satunya menjadi bintang di Provinsi Aceh.


Bendungan ini tak sekadar biasa, melainkan dipandang sebagai bendungan terbesar yang menghiasi pulau Sumatera.


Selamat datang di Bendungan Keureuto, sebuah megaproyek yang berlokasi di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, hanya 7,2 kilometer dari Banda Aceh.


Bendungan ini bukan hanya sebuah proyek, melainkan juga salah satu Proyek Strategis Nasional yang dijalankan dengan tekun.


Kisah pembangunan Bendungan Keureuto dimulai pada tahun 2015, dan hingga September 2023, proyek ini masih berada dalam tahap pembangunan yang mengesankan.

Pembangunan bendungan ini terbagi menjadi empat paket yang dikerjakan oleh berbagai kontraktor terkemuka.


Paket pertama dipercayakan kepada PT Brantas Abipraya (Persero) - PT Pelita Nusa Perkasa (KSO) dan berhasil diselesaikan pada November 2021, mencapai elevansi 56,6.


Paket kedua dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan selesai lebih cepat daripada yang pertama, pada Mei 2018.

Fokusnya adalah pembuatan terowongan pengelak dan terowongan Waterway yang esensial.


Paket ketiga, yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Tbk - PT Prapen Prima Mandiri (KSO), juga selesai pada Mei 2018.

Paket ini berfokus pada pembangunan Spillway dan jalan inspeksi yang penting untuk kelancaran operasi bendungan.


Saat ini, paket keempat atau penyelesaian masih berada dalam tahap pembangunan yang gencar.


Bendungan Keureuto mempunyai kapasitas tampung yang mengagumkan, mencapai 215,94 juta meter kubik.

Selain itu, bendungan ini dirancang dengan tampungan khusus banjir sebesar 30,39 juta meter kubik. 

Luas genangannya pun mengesankan, mencapai sekitar 896,96 hektar.

Lanjut Halaman 2

Bendungan ini tidak hanya menjadi proyek megah, tetapi juga berdampak besar bagi pertanian.

Sebuah lahan seluas 9.420 hektar diharapkan akan mendapat manfaat dari Bendungan Keureuto ini. 

Lahan ini mencakup 2.743 hektar Daerah Irigasi Alue Ubay dan 6.677 hektar Daerah Irigasi Pasee Kanan.


Untuk mewujudkan megaproyek ini, dana sekitar Rp2,68 triliun telah dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Sekilas pandang dari Kota Banda Aceh, Bendungan Keureuto tampak sangat dekat, hanya sekitar 7,2 kilometer saja, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam.

Proyek ini bukan sekadar simbol pembangunan infrastruktur, melainkan juga representasi kegigihan dan kemajuan yang mengubah wajah Sumatera.(*)