24 C
id

FAKTA TERBARU: Praka RM, Anggota Paspampers Terbukti Aniaya Banyak Warga Aceh di Jakarta

Praka RM, Paspampres, Penganiayaan, Pemerasan, Warga Aceh, Jakarta, Kasus Tramadol, imam masykur
Sosok Praka RM pembunuh Imam Masykur (Istimewa)
News, Acheh Network - Tabiat Praka RM, seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), terbukti semakin mengkhawatirkan.

Lebih dari sekadar kasus penganiayaan dan pemerasan yang telah diberitakan sebelumnya, kini terungkap bahwa ada banyak korban lain yang telah menderita kekejaman pelaku di Jakarta.

Imam Masykur (25) ternyata bukan satu-satunya korban dari oknum Paspampres ini.

Dilansir dari Serambinews.com, mengungkap bahwa banyak warga Aceh di Jakarta juga pernah menjadi korban Praka RM, termasuk ZF (33), warga Sawang, Aceh Utara.

Dalam wawancara yang dikutip Acheh Network dari Serambinews.com pada Senin (28/8/2023), ZF mengungkapkan bahwa ia masih trauma berat akibat pengalamannya.

Ia menceritakan bagaimana pada bulan puasa, dua hari menjelang Idul Fitri, ia ditangkap di tokonya di kawasan Bekasi oleh empat orang yang mengaku sebagai polisi.

Satu di antaranya adalah Praka RM, dilengkapi dengan senjata api. Mereka juga memakai masker.

Setelah mengamankan handphone, uang, dan barang berharga lainnya, mobil tempat ZF dan seorang warga Aceh lainnya ditutup mata dan diperintahkan tidur di bagasi belakang.

Mereka kemudian dibawa ke tempat lain, di mana proses negosiasi dimulai.

Para pelaku mengancam mereka, menuntut uang sebesar Rp 30 juta per orang.

Saat negosiasi berlangsung, Praka RM menggunakan kabel listrik untuk menganiaya para korban.

ZF, yang merupakan korban pertama yang dipukuli, menggambarkan rasa sakit yang luar biasa dan ketakutannya.

Mereka terus dipukuli jika menolak permintaan uang.

Akhirnya, jumlah yang diminta turun menjadi Rp 20 juta.

ZF diminta menghubungi temannya untuk meminta uang, sementara pelaku memeriksa handphone korban untuk mencari kontak yang terkait dengan uang. 

Setelah mendapatkan uang tersebut, korban dibebaskan pada pukul 02.00 WIB dini hari di pintu tol keluar, terminal kampung rambutan.

ZF mengaku sangat traumatis dengan perampokan dan pemerasan yang dialaminya.

Ia juga mengakui bahwa kasus ini terkait dengan bisnis obat Tramadol, yang juga dijalankan olehnya dan tiga orang lain yang ditangkap bersamanya.

Meski mereka telah menawarkan uang koordinasi kepada pelaku, Praka RM dan komplotannya menolak dan hanya ingin uang secara langsung.

Menurut ZF, komplotan Praka RM sudah sering datang menculik pedagang warga Aceh di Jakarta, dan mereka akan menyasar toko-toko secara bergantian.

Kasus ini menjadi sorotan karena mengungkap tindakan brutal yang dilakukan oleh anggota Paspampres terhadap warga sipil.

Pihak berwenang sedang menyelidiki lebih lanjut kasus-kasus serupa yang mungkin terjadi di wilayah lain.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya