24 C
id

Ibu Korban Pembunuhan Paspampres, Fauziah, Datang ke Jakarta, Temui Hotman Paris untuk Keadilan

Imam Masykur, Pembunuhan Paspampres, Fauziah, Ibu Korban, Hotman Paris, Perjuangan Keadilan, Tim Advokat Hotman Paris
Ibu Fauziah (Ibunda Alm. Imam Masykur) Bersama rombongan tiba di Bandara Soetta. (Foto: Haji Uma)
Jakarta, Acheh Network - Fauziah (47 tahun), ibu dari Imam Masykur yang menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) asal Bireuen, melakukan perjalanan penting ke ibukota negara hari ini.


Tujuan kunjungannya ke kota metropolitan ini adalah untuk bertemu secara langsung dengan pengacara terkenal Hotman Paris dalam upaya memperjuangkan keadilan bagi anaknya.


Fauziah berangkat ke Jakarta ditemani oleh tunangan korban, Yuni, serta tim advokat yang dikirim oleh Hotman Paris untuk mewakili Aceh.

Tim advokat yang memperjuangkan kasus ini terdiri dari Putra, Ridwan Hadi, Yusi Muharnina, dan Putri Tasya.

Mereka berangkat menggunakan penerbangan Batik Air dari Banda Aceh pada Minggu pagi, tepat pukul 07.00 WIB.


"Kedatangan ke Jakarta ini adalah langkah awal dalam perjuangan untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya," kata Putra, salah satu anggota tim advokat Hotman Paris yang mewakili Aceh.


Fauziah dan rombongan tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta siang tadi. Kedatangan mereka disambut oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sudirman, serta tim advokat Hotman Paris yang diwakili oleh Fabyolla.


"Dalam perjalanan ini, kami mohon dukungan dari semua pihak untuk mendapatkan keadilan bagi anak saya," ungkap Fauziah dengan harapan yang mendalam.


Sebelumnya, Imam Masykur (25 tahun), penduduk Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen, dinyatakan meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seorang anggota Paspampres di Jakarta Pusat.

Bahkan, Fakhrul Razi, adik kandung dari Imam Masykur, menuntut Markas Besar Tentara Nasional Indonesia untuk mengungkap secara tuntas kejahatan yang dialami oleh abangnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik yang menuntut keadilan dan transparansi dalam penyelesaiannya.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya