24 C
id

Kenaikan Harga Beras di Aceh: Dampak Terasa pada Ekonomi Keluarga

Beras Aceh, Mahal, Harga Tinggi
Ilustrasi Kenaikan harga Beras (Foto: Pixabay.com/allybally4b)
News, Acheh Network - Beras tetap menjadi bahan makanan pokok yang paling dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Di Aceh, khususnya, tidak ada yang merasa puas atau merasa kenyang tanpa tiga kali makan nasi sehari.


Oleh karena itu, kenaikan harga beras sangat mempengaruhi warga di daerah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah ini, terutama dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang.


Contohnya, di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Aceh Besar, harga beras medium (kualitas sedang) telah naik dalam sebulan terakhir.


Sebelumnya, harga per zak (15 kg) adalah sekitar Rp175 ribu, kini berkisar antara Rp185 ribu hingga Rp190 ribu per kg.


Sementara itu, harga beras premium (kualitas bagus) yang sebelumnya Rp190 ribu per kg, kini telah naik menjadi Rp115 ribu per kg.

Hal ini mengakibatkan kenaikan rata-rata Rp15 ribu hingga Rp25 ribu untuk setiap zak.


Selanjutnya, harga beras eceran kualitas sedang yang sebelumnya sekitar Rp18 ribu per bambu (2 liter) kini mencapai Rp20 ribu per bambu.

Sementara harga beras kualitas bagus yang sebelumnya Rp20 ribu per liter, kini naik menjadi Rp22 ribu per liter.


Nur, seorang pemerhati masalah sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Pidie, Aceh, mengungkapkan kepada Media Indonesia pada Minggu, 10 September 2023, bahwa akibat kenaikan harga beras ini, banyak ibu-ibu rumah tangga kini harus membatasi jumlah pembelian beras mereka.

Mereka mengurangi pembelian bahan pokok ini untuk menghemat pengeluaran keluarga.


"Jika sebelumnya mereka biasa membeli 2 zak, sekarang cukup dengan 1 zak. Sebelumnya mereka sering membeli 5 bambu, sekarang cukup dengan 2 bambu.

Mereka melakukan pembatasan ini mungkin untuk menunggu harga turun," kata Nur.


Dia juga mencatat bahwa kenaikan harga beras di wilayah tersebut adalah yang tertinggi sejak awal Januari 2023.

Oleh karena itu, warga harus menahan diri dari pengeluaran untuk kebutuhan keluarga lainnya.


Kondisi ini terasa cukup berat mengingat situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit,

 terlebih lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai kebutuhan pokok keluarga yang juga naik.(*)

Sumber: Atjeh Watch

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya