24 C
id

Kepala Pelaksana BPBA: Masyarakat Aceh Diingatkan untuk Waspada Cuaca Ekstrem yang Akan Datang

Cuaca Ekstrem Aceh, Peringatan BMKG Oktober 2023, Imbauan Kesiapsiagaan Cuaca Buruk, Waspada Banjir dan Longsor Aceh
Ilustrasi Cuaca Ekstrim (pixabay.com)

News, Acheh Network - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, telah mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan mereka menghadapi cuaca ekstrem yang telah diperingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Peringatan BMKG menyatakan bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi mulai tanggal 15 hingga 25 Oktober 2023.


Ilyas memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca buruk, termasuk hujan lebat disertai petir, angin kencang, banjir, dan longsor.

Wilayah SIAGA yang harus lebih waspada meliputi Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Bireuen, dan Lhokseumawe.


Sementara wilayah yang berstatus waspada mencakup Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Selatan, Singkil, Subulussalam, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Gayo Lues, serta Aceh Tenggara dan Sabang.


"Pemerintah Aceh mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem agar terhindar dari dampak bencana yang signifikan," ujar Ilyas pada Selasa, 19 September 2023.


Ilyas juga menyarankan agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca yang terbaru, baik darat, laut, maupun udara, melalui radio, siaran televisi, atau website BMKG.

Ia juga mengingatkan untuk menyimpan barang-barang penting dalam tas siaga bencana dan meletakkan barang berharga di tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.


Selain itu, Ilyas menyarankan agar masyarakat menghindari atau meminimalkan aktivitas di luar rumah ketika cuaca sedang buruk, seperti berkendara di jalan raya atau melakukan perjalanan laut saat hujan atau angin kencang.


Jika terpaksa berada di luar saat cuaca buruk, disarankan untuk mencari tempat yang aman, menghindari berlindung di bawah pohon karena berisiko tumbang, dan mengikuti saran pemerintah dan relawan dalam situasi darurat.


Masyarakat juga diminta untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan parit, selokan, dan saluran air dari sampah untuk mencegah genangan air atau banjir.

Selain itu, menanam pohon di sekitar rumah dan tebing sungai dapat membantu mencegah longsor.


Dalam keadaan darurat, Ilyas menyampaikan bahwa masyarakat harus segera menghubungi nomor-nomor darurat yang telah disediakan, seperti ambulan (119), pemadam kebakaran (113 atau 1131), polisi (110), SAR Aceh (0651-21324), PLN (123), dan Pusdalops BPBA (081360669111).


Pesan penting ini diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang akan datang dengan lebih siap dan aman.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya