24 C
id

Keren! Taksi Terbang Meluncur di Ibu Kota Negara, Nusantara: Revolusi Transportasi IKN

Taksi Terbang, Ibu Kota Negara (IKN), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
Ilustrasi Taksi terbang (Tempo)

Acheh Network - Persiapan menuju masa depan transportasi yang spektakuler telah dimulai! Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mengumumkan rencana uji coba taksi terbang di Ibu Kota Negara (IKN) menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada Agustus 2024.

Langkah inovatif ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam transformasi transportasi Indonesia.


OIKN, yang bertanggung jawab atas pengembangan IKN, telah berkomitmen untuk mengadopsi teknologi transportasi mutakhir dalam infrastruktur IKN.

Taksi terbang merupakan salah satu kendaraan canggih yang akan menjadi bagian integral dari visi transportasi masa depan IKN.


Namun, perjalanan menuju pengenalan taksi terbang tidaklah mudah. Pemerintah harus mempersiapkan segala aspek yang diperlukan untuk uji coba ini, termasuk landasan terbang yang sesuai dan evaluasi ketat mengenai aspek keselamatan.

Rencana uji coba taksi terbang ini akan dilaksanakan di Kalimantan Timur, meskipun bukan di Titik Nol IKN. Lokasi uji coba kemungkinan besar akan berada di Balikpapan atau Samarinda.


Taksi terbang ini memiliki kemampuan mencengangkan, mampu menempuh jarak hingga 60 hingga 100 kilometer dengan kecepatan luar biasa mencapai 200 kilometer per jam.

Puncak dari rencana ini adalah penerapan Intelligent Transport System (ITS) di IKN, yang akan mengubah wajah transportasi di wilayah tersebut.


ITS adalah sistem informasi dan teknologi komunikasi yang menggunakan infrastruktur transportasi, kendaraan, dan pengguna jalan.

Penerapan ITS akan membawa revolusi dalam manajemen transportasi di IKN, yang selama ini belum menggunakan standar ITS seperti ini.


Tidak hanya taksi terbang, IKN berencana untuk menerapkan ITS dalam berbagai moda transportasi lainnya.

Sistem ini akan dioperasikan melalui sebuah aplikasi yang akan memudahkan pengguna dalam mengakses informasi dan mengelola perjalanan mereka.


Proyek taksi terbang ini akan melibatkan perusahaan konsorsium dari Korea Selatan, termasuk Hyundai dan LG, bersama dengan beberapa perusahaan besar nasional.

Diharapkan bahwa inisiatif ini akan memberikan dorongan signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dan memajukan teknologi transportasi.


Selain itu, telah direncanakan tarif taksi terbang dengan kisaran harga sekitar Rp750 ribu per kilometer, yang akan menjadi pesaing serius bagi taksi premium konvensional.

Ini adalah langkah yang menarik dalam memberikan pilihan transportasi yang lebih canggih dan efisien kepada masyarakat IKN.


Sebelum taksi terbang, OIKN juga berencana untuk mengintegrasikan bus tanpa awak dalam sistem transportasi IKN antara tahun 2025 hingga 2026, yang menjanjikan masa depan yang cerah bagi mobilitas di IKN.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya