Bisnis, Acheh Network - Kisah sukses Raka adalah contoh nyata keberanian seseorang untuk meninggalkan pekerjaan yang nyaman demi mewujudkan impian dan panggilan hati.


Raka, yang dulunya bekerja sebagai seorang supervisor di sebuah perusahaan BUMN, memutuskan untuk melepas segala kenyamanan itu demi membuka usaha menjual keripik kentang.


Keputusan nekat Raka untuk mengundurkan diri dari pekerjaan prestisiusnya sebagai seorang supervisor di perusahaan BUMN tidak hanya sekadar impulsive.


Ia merasa panggilan ibadahnya terlalu berharga untuk dikompromikan. Menurutnya, menjadi seorang pengusaha keripik kentang memberinya kebebasan untuk lebih fokus pada ibadahnya.


"Kalau usaha itu nggak ada yang bisa mengusik aku dalam beribadah gitu.

Saya mau fokus ke ibadah karena kalau saya usaha, saya mau izin kapanpun ke masjid suka-suka saya. Saya mau membaca Qur'an di tengah-tengah pekerjaan, sesuka hati saya," ujar Raka.


Menurutnya, melakukan hal-hal seperti itu tidak mungkin dilakukan jika ia tetap bekerja di kantor sebagai seorang pegawai.


Dikutip dari Hops.ID, Raka mengungkapkan bahwa faktor agama adalah pendorong utama di balik keputusannya untuk memulai usaha keripik kentang ini.


Merek keripik kentang milik Raka diberi nama "Kentunk."

Saat memulai usahanya, modal awalnya hanya sebesar Rp500.000.


Raka dengan cerdas memilih kentang sebagai bahan dasar untuk keripiknya karena melihat potensi yang belum dimanfaatkan oleh UMKM di Indonesia.


"Saya suka makan, ingin berbisnis di bidang kuliner, tetapi mencari cara agar produk bisa dikirim ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Nah, cemilan adalah pilihan saya. Jika Anda melihat, UMKM di Indonesia jarang yang mengolah kentang," kata Raka dengan penuh semangat.

Lanjut Halaman 2

Namun, perjalanan Raka dalam membangun usaha keripik kentang tidaklah mulus.


Di awal usahanya, ia menghadapi tantangan ekonomi yang besar. Hidup dari tabungan yang terkumpul selama bekerja di BUMN sambil mencoba membangun usaha keripiknya, Raka harus berjuang keras. 

Awalnya, produknya hanya terjual sekitar 10 kilogram per minggu.


"Saya hanya hidup dari tabungan, jadi tidak ada pendapatan. Bayangkan, seminggu hanya 10 kilogram, tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga. Saya sudah memiliki anak dan istri," ungkapnya.


Namun, segala usahanya akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, usaha keripik kentang miliknya dapat memproduksi hingga 1,2 ton cemilan dalam sebulan.


"Alhamdulillah, sekarang bisa mencapai angka 1,2 ton per bulan," ungkapnya dengan bangga.


Keripik kentang merek Kentunk yang dimilikinya menawarkan empat varian rasa yang menggoda.


Ada Spicy dengan cita rasa pedas, Travel yang mirip dengan bumbu jamur, Salted Egg, dan yang tak kalah menarik, rasa original.

Kesuksesan Raka adalah bukti bahwa keberanian untuk mengikuti panggilan hati dan bekerja keras dapat mengantarkan seseorang menuju puncak kesuksesan dalam dunia bisnis.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media