24 C
id

Pemerintah Aceh Gunakan Dana Sebesar Rp1,28 Triliun untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024 Mengegerkan Provinsi Termiskin di Sumatera

PON XXI Aceh-Sumut 2024, Dana Anggaran PON, Kontroversi Penggunaan Dana, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, APBA dan DOKA
Logo PON ke XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Foto. Net)

Banda Aceh, Acheh Network - Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI tahun 2024 yang akan digelar di dua provinsi megah, Aceh dan Sumatera Utara, telah mengundang perhatian besar.

Namun, sorotan tajam terhadap penggunaan dana besar untuk penyelenggaraan acara olahraga ini telah mengguncang Tanah Rencong.


Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Achmad Marzuki telah menyetujui anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk PON XXI 2024 Aceh-Sumut, yang akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh), Zulfadli, mengangkat isu ini dengan serius.

Ia menyoroti penggunaan dana fantastis ini, yang menurutnya merugikan masyarakat Aceh dan berdampak pada pembangunan Aceh ke depan.


Menurut Zulfadli, usulan anggaran untuk pembangunan fasilitas PON XXI di Aceh mencapai Rp2,4 triliun.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya Rp883 miliar yang akan ditanggung oleh APBN 2023, sementara sisanya sebesar Rp1,28 triliun telah disetujui oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki untuk dibebankan kepada APBA.


"Pembiayaan PON ini akan menyedot Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yang jelas merugikan masyarakat Aceh.

Tindakan ini juga akan berdampak besar pada masa depan pembangunan Aceh," ungkap Ketua Komisi IV DPR Aceh dalam pernyataannya.


Zulfadli menegaskan bahwa tindakan Marzuki menyetujui penggunaan APBA untuk PON secara sepihak dianggap bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Penggunaan anggaran daerah ini juga tidak pernah dibahas bersama dengan pihak legislatif.


"Dalam rencana biaya, pembangunan venue PON membutuhkan biaya sebesar Rp961 miliar. Dana yang dianggarkan dari APBN sebesar Rp883,9 miliar, dan APBA sebesar Rp42,5 miliar pada tahun 2023, dengan kekurangan biaya sebesar Rp34,6 miliar. Untuk penyelenggaraan, dibutuhkan dana sebesar Rp1,52 triliun. Sebesar Rp275 miliar akan dialokasikan dari APBA pada tahun 2024, dengan total defisit sebesar Rp1,286 triliun," terangnya.


Defisit tersebut telah disetujui oleh Pj Gubernur untuk menggunakan APBA yang dianggarkan secara berkala, dengan sebagian besar dana akan dialokasikan pada tahun mendatang.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya