24 C
id

Pengolahan dari Kelapa Sawit ke Minyak Sawit Mentah, Ternyata Begini Prosesnya

Kelapa Sawit, Minyak Sawit Mentah, Pengolahan CPO, Proses Pengolahan Kelapa Sawit
Ilustrasi pengolahan kelapa sawit (Foto: Agronasa)
Edukasi, Acheh Network - Indonesia, negeri yang kaya akan kekayaan alamnya, salah satunya adalah kelapa sawit, yang dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak sawit yang penting bagi masyarakat.


Tetapi, tahukah Anda bagaimana proses kelapa sawit ini diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), yang merupakan minyak sawit mentah?


Proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO dimulai dengan panen buah sawit, pengumpulan, dan pengiriman ke pabrik kelapa sawit, yang biasa disebut PKS.

Di pabrik, terdapat beberapa stasiun yang berperan penting dalam proses ini:


1. Loading Ramp: Tempat buah sawit dikumpulkan dari kebun.

2. Sterilizer: Tempat perebusan tandan buah.

3. Thresher: Tempat pemisahan brondolan dari janjangan.

4. Press & Digester: Tempat pemrosesan brondolan untuk mengambil minyaknya.

5. Clarifikasi: Tempat pemurnian minyak yang telah diekstraksi.


Selain itu, stasiun lainnya berfungsi sebagai pembangkit energi dan pemenuhan kebutuhan lainnya.


Sekarang, mari kita bahas lima tahap utama dalam pengolahan kelapa sawit menjadi CPO:


1. Pengumpulan Buah
Buah sawit segar dikumpulkan di stasiun Loading Ramp sebelum dikirim ke tahap selanjutnya.


2. Perebusan Buah
Stasiun Sterilizer digunakan untuk merebus buah sawit dengan suhu dan waktu yang tepat.

Tujuannya adalah untuk memudahkan pemisahan brondolan dari janjangan.

Buah yang sudah matang kemudian dipindahkan ke tahap selanjutnya melalui conveyor.


3. Pemisahan Brondolan
Stasiun Thresher digunakan untuk memutar buah sawit, yang menyebabkan brondolan terlepas dari janjangan.

Brondolan dan janjangan ini diproses terpisah di stasiun Press & Digester serta Empty Bunch.


4. Pelumatan Brondolan
Brondolan yang telah terpisah akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan minyak. 

Mesin-mesin khusus digunakan untuk melumat brondolan dan mengekstrak minyaknya.


5. Pemurnian
Tahap terakhir adalah pemurnian minyak di stasiun Clarifikasi.

Berbagai mesin digunakan untuk memastikan minyak mencapai tingkat kemurnian yang diinginkan sesuai standar kualitas CPO yang dibutuhkan oleh pasar.



Proses ini memastikan minyak sawit yang dihasilkan berkualitas tinggi dan siap untuk digunakan dalam berbagai aplikasi. 


Jadi, meskipun prosesnya kompleks, ini adalah langkah penting dalam memenuhi kebutuhan minyak sawit di Indonesia. Terima kasih telah membaca!

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya