24 C
id

Warga Pidie Serahkan Senpi Sisa Konflik Jenis M-16 ke Polda Aceh

Senjata M-16, Penyerahan Senjata, Polda Aceh, Konflik Aceh, Sosialisasi, Tambang Ilegal, Pidie
Dok. Polda Aceh
Pidie, Acheh Network - Seorang warga di Pidie, Aceh, telah menyerahkan dua pucuk senjata jenis M-16 kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Aceh, Kombes Winardy.

Penyerahan senjata-senjata ini, yang merupakan sisa konflik masa lalu, terjadi setelah polisi melakukan sosialisasi tentang tambang ilegal.


"Benar ada tokoh masyarakat di Pidie yang dengan kesadarannya sendiri menyerahkan dua pucuk senjata laras panjang jenis M-16, satu di antaranya telah dimodifikasi, 3 magasin, serta 55 butir peluru kaliber 7,62 mm dan 15 butir peluru kaliber 5,56 mm. Semua ini merupakan sisa konflik Aceh," kata Kombes Winardy kepada wartawan pada Rabu (6/9/2023).



Menurut Kombes Winardy, ia dan Kasubdit Tipidter AKBP Muliadi awalnya melakukan sosialisasi pencegahan tambang ilegal, karhutla, dan menciptakan kondisi aman menjelang Pemilu 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat dan berlangsung di Aula Kantor Camat Geumpang, Pidie, pada tanggal 30 Agustus.


Dalam sosialisasi tersebut, Kombes Winardy mengajak masyarakat untuk melakukan rembuk di desa dan memetakan lokasi-lokasi penambangan ilegal.

Lokasi ini kemudian diusulkan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan diajukan kepada Camat, Bupati, DPRK, hingga Pemerintah Pusat.

"Dengan cara ini, masyarakat dapat mengajukan izin pertambangan, sehingga kegiatan pertambangan menjadi legal," jelasnya.


Setelah sosialisasi selesai, seorang warga mendekati Kombes Winardy dan menyampaikan keinginannya untuk menyerahkan senjata api.


Penyerahan senjata laras panjang ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan menjelang Pemilu.


Keduanya kemudian sepakat untuk menyerahkan senjata tersebut di satu lokasi.

Winardy dan Kasubdit Tipidter menuju lokasi tersebut, dan pria yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyerahkan senjata beserta amunisinya.

"Tokoh masyarakat ini mengungkapkan keyakinan dan kesadarannya kepada saya untuk menyerahkan senjata tersebut.

 Mungkin, hatinya tersentuh ketika kami menjelaskan peran penting masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan,

 sehingga dia merasa itulah saat yang tepat untuk menyerahkannya," jelas mantan Kabid Humas Polda Aceh itu.

"Ia juga mungkin melihatnya sebagai bagian dari partisipasinya dalam menjaga kondisi yang kondusif menjelang Pemilu 2024.

Saat ini, senjata beserta amunisinya telah diamankan di gudang senjata Polda Aceh sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambah Winardy.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya