24 C
id

Konflik Palestina-Israel: Ikat Aceh Ajak Semua Pihak Doakan Palestina

Perang Palestina Israel
Ikat Aceh Ajak Semua Pihak Doakan Palestina (Foto: Atjeh Watch)


News, AchehNetwork.com -  Eskalasi mematikan antara Palestina dan Israel mencapai klimaksnya sejak Sabtu lalu, 7 Oktober. Hingga saat ini, lebih dari 1.500 jiwa telah berpulang, sementara ribuan lainnya menderita luka-luka parah akibat konflik mematikan ini.


Dalam tindakan yang menggemparkan, Israel telah secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap Palestina, bahkan menerapkan blokade total yang menghentikan pasokan air dan makanan ke Gaza.


Khalid Muddatstsir, Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, menyebut tragedi ini sebagai krisis kemanusiaan yang mengguncang hati.

Perlu diingat bahwa krisis ini telah melanda Palestina sejak lama, bahkan sebelum berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Ia menekankan bahwa Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang berdiri di atas puing-puing tanah penduduk asli Palestina, yang telah diusir secara kejam.


Khalid memanggil seluruh elemen masyarakat untuk bersuara lantang demi keadilan bagi rakyat Palestina.

Dia menegaskan pentingnya pendidikan diri dalam memahami akar masalah tragedi ini.


"Kita sering keliru memahami, apa yang terjadi di Palestina bukanlah sekadar konflik biasa. Ini adalah penjajahan tanpa ampun dan pendudukan ilegal atas tanah Palestina. Ini bukanlah perkelahian dua pihak yang setara.

Ini adalah perlawanan gigih Palestina melawan penjajahan Israel dan pemukiman kolonial yang setiap hari merampas tanah Palestina. Untuk benar-benar memahami isu Palestina, kita harus memulai dengan keyakinan bahwa ini adalah penjajahan," ungkap Khalid.


Dilansir dari Atjeh Watch, Dia juga menekankan bahwa dengan mengakui perjuangan melawan kolonialisasi ini, kita dapat lebih tajam memfokuskan perhatian kita pada kisah kelam penjajahan Palestina, dan memberikan pengakuan terhadap hak kemerdekaan Palestina yang telah dicuri oleh Israel melalui perlawanan yang kuat.


"Kami sangat terpukul dengan tragedi ini. Kami mengajak semua pihak untuk bersatu dan mendukung Palestina. Kita tak bisa mengabaikan fakta bahwa tragedi ini berpotensi menciptakan dampak kemanusiaan yang lebih luas.

Penting bagi kita untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang akar masalah konflik Palestina, sehingga sejarah tidak tenggelam dalam lupa.

Kesadaran tentang sejarah adalah langkah pertama menuju perubahan tindakan dan respons kita," tambah Khalid.


Lebih lanjut, Khalid Muddatstsir memberikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia yang memiliki prinsip yang jelas dan tegas dalam menyikapi isu Palestina.

Indonesia telah lama konsisten dalam menuntut perdamaian dan memperjuangkan hak-hak warga Palestina, dan inilah sikap yang patut dicontoh oleh negara-negara lain.


IKAT menegaskan urgensi solidaritas global dalam menghadapi krisis ini, dan menyebutnya sebagai aib besar bagi sejarah manusia modern, pasca Perang Dunia II.


"Kami memberikan penghormatan kepada pemerintah Indonesia yang berani dan tegas dalam menangani tragedi kemanusiaan ini.

Konsistensi Indonesia dalam menghadapi konflik Palestina tidak bisa diragukan lagi. Meskipun Indonesia hanya bersuara, itu memiliki arti yang sangat penting ketika banyak pihak dengan otoritas lain memilih untuk diam.

Kami mendesak para pemimpin dunia untuk bertindak tegas dalam membantu rakyat Palestina yang terzalimi, demi mengembalikan hak, tanah air, dan martabat mereka," tegas Khalid.


Khalid berharap pertumpahan darah segera berakhir dan mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk menjalankan ajakan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, yaitu mendoakan dan membaca qunut nazilah untuk umat Islam Palestina dalam setiap shalat fardhu.


"Marilah kita mengangkat doa bagi para korban, dan marilah kita membaca qunut nazilah dalam setiap shalat fardhu, seperti yang disarankan oleh para guru dan ulama kita di MPU, sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas kita kepada saudara seiman di Palestina.

Terlepas dari apakah konflik ini berkaitan dengan kemanusiaan atau agama, mari kita berdoa agar jembatan perdamaian dan keadilan segera terwujud," pungkas Khalid.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya