24 C
id

10 Provinsi Produksi Cabai Rawit Terbanyak di Indonesia

Provinsi penghasil cabai rawit
Ilustrasi/pixabay



AchehNetwork.com - Pulau Jawa kembali mencatatkan prestasi sebagai daerah penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia, menyumbang 66,4 persen dari total produksi cabai rawit nasional pada tahun 2023. 


Meskipun demikian, produksi cabai rawit nasional mengalami penurunan sebesar 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2022, produksi cabai rawit mencapai 1.544.441 ton. 

Namun, pada tahun 2023, angka ini menurun menjadi 1.506.762 ton, menandakan penurunan yang signifikan.


Provinsi dengan Produksi Cabai Rawit Terbanyak di Indonesia

Berikut ini adalah daftar provinsi dengan produksi cabai rawit terbesar di Indonesia pada tahun 2023:

  • Jawa Timur: 562.816 ton (37,3% dari total produksi nasional)
  • Jawa Tengah: 249.208 ton (16,5%)
  • Jawa Barat: 163.989 ton (10,9%)
  • Sumatera Utara: 86.880 ton (5,8%)
  • Aceh: 72.920 ton (4,8%)
  • Nusa Tenggara Barat: 67.963 ton (4,5%)
  • Sulawesi Selatan: 28.418 ton (1,9%)
  • Sumatera Barat: 25.081 ton (1,6%)
  • Bengkulu: 22.546 ton (1,5%)
  • Sulawesi Tengah: 21.552 ton (1,4%)


Jawa Timur memimpin dengan produksi 562.816 ton, menyumbang lebih dari sepertiga total produksi nasional. 

Disusul oleh Jawa Tengah dengan produksi 249.208 ton dan Jawa Barat yang menyumbang 163.989 ton.

Sumatera Utara menempati posisi keempat dan merupakan provinsi di luar Pulau Jawa dengan produksi cabai rawit terbesar, yakni 86.880 ton. 

Provinsi lainnya seperti Aceh dan Nusa Tenggara Barat juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan masing-masing 72.920 ton dan 67.963 ton.

Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah melengkapi daftar ini dengan produksi yang berkisar antara 21.552 ton hingga 28.418 ton.

Penurunan produksi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petani dan pemangku kebijakan di sektor pertanian untuk meningkatkan kembali produksi cabai rawit di tahun-tahun mendatang. 

Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta dukungan terhadap para petani diharapkan mampu mengatasi tantangan ini.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll