24 C
id

4 Rekomendasi Kopi Bubuk Lokal yang Terbaik, Enak, Murah, dan Penuh Sejarah

Kopi bubuk lokal, produk lokal
Kopi bubuk lokal/



AchehNetwork.com - Sebelum era kopi modern merajai pasar, kopi bubuk produksi lokal menjadi andalan para pecinta kopi di Indonesia. 

Produk-produk kopi lokal ini bukan hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan secangkir kopi di kafe. 

Meskipun persaingan dengan industri kopi modern semakin ketat, sejumlah produsen kopi bubuk lokal tetap bertahan dan terus mempertahankan metode pengolahan tradisional yang sudah eksis selama puluhan tahun.

Untuk Anda yang ingin menikmati kopi lokal dengan cita rasa klasik dan autentik, berikut adalah empat rekomendasi kopi bubuk lokal yang tidak hanya enak, tetapi juga ramah di kantong. 

Semua kopi ini bisa dengan mudah Anda temukan di toko online.


1. Kopi Massa Kok Tong


Nama Kopi Massa Kok Tong mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta kopi lokal. 

Berdiri sejak tahun 1925 oleh Lim Tee Kee, yang merantau dari China, kopi ini telah menjadi ikon di Pematang Siantar. 

Dahulu, Lim Tee Kee sendiri yang memilih biji kopi hingga proses penyeduhannya. 

Kini, setelah puluhan tahun, Kopi Massa Kok Tong tetap eksis dan bahkan kedai kopinya di Pematang Siantar telah menjadi tempat legendaris untuk menikmati kopi.

Untuk menikmati racikan klasik ini, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Pematang Siantar. 

Kopi Massa Kok Tong tersedia dalam kemasan di toko online dengan harga sekitar Rp 65.000 untuk 500 gram kopi bubuk dengan gula.


2. Kopi Ulee Kareng


Dari Pematang Siantar, mari kita beralih ke Aceh dengan mencicipi Kopi Ulee Kareng. Kopi khas Aceh ini dikenal dengan butiran kasarnya dan dihasilkan dari biji kopi berkualitas tinggi. 

Meskipun belum sepopuler kopi dari Medan atau Pematang Siantar, rasa dari Kopi Ulee Kareng tidak kalah nikmat.

Harganya pun sangat terjangkau, yakni Rp 22.500 untuk 10 sachet kopi, atau sekitar Rp 68.000 untuk 500 gram kopi bubuk yang bisa Anda beli di toko online.


3. Kopi Bis Kota


Jakarta juga punya 'hidden gem' dalam dunia kopi bubuk lokal, yaitu Kopi Bis Kota. 

Diproduksi di sekitar Pasar Mester Jatinegara sejak tahun 1943, kopi ini merupakan hasil olahan tradisional dari biji kopi Jawa. 

Wong Hin, peracik pertama Kopi Bis Kota, mengolah kopi dengan metode tradisional yang kini diteruskan oleh generasi kedua.


Harga bubuk kopi ini sekitar Rp 70.000 per kilogram, dengan varian kopi bubuk arabika yang dijual seharga Rp 200.000 per kilogram.


4. Kopi Tjap Teko


Di Bogor, Kopi Tjap Teko menjadi salah satu merek kopi bubuk lokal yang masih bertahan hingga kini. 

Berdiri sejak tahun 1960 oleh Jono Widarto, usaha ini diteruskan oleh anak-anaknya yang tetap menjaga kualitas dengan mengolah biji kopi dari Sumatera, Lampung, Bengkulu, dan Aceh secara tradisional.

Harga Kopi Tjap Teko berkisar dari Rp 80.000 untuk satu kilogram kopi bubuk yang bisa Anda temukan di toko online.


Menikmati Tradisi dalam Secangkir Kopi


Keempat merek kopi bubuk lokal ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas dan autentik, tetapi juga membawa kita kembali ke masa lalu dengan metode pengolahan tradisional yang mereka pertahankan. 

Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati kopi dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, kopi-kopi bubuk lokal ini adalah pilihan yang sempurna. Selamat menikmati secangkir kopi dengan cita rasa sejarah!***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll