24 C
id

6 Fakta Menarik Tentang Gunung Kemiri di Aceh: Petualangan Seru di Taman Nasional Leuser

Gunung Kemiri, Taman Leuser
Pendakian di Gunung Kemiri/



AchehNetwork.com - Gunung Kemiri, salah satu gunung tertinggi di Taman Nasional Leuser, dengan ketinggian 3.315 mdpl, menawarkan tantangan dan keindahan alam yang memukau. 

Terletak di Provinsi Aceh, gunung ini sering menjadi tujuan para pendaki yang mencari pengalaman mendaki yang menantang dan penuh petualangan.

Mengutip laman Gunung Bagging, pada Sabtu, 8 Juni 2024, jalur sepanjang 90 km di kaki Gunung Kemiri, yang juga dikenal sebagai Gunung Kemili, melewati lembah lebar yang dikelilingi barisan pegunungan tinggi menjulang hingga tiga ribu mdpl. 

Di sebelah kiri, jajaran pegunungan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Leuser, yang juga menjadi rumah bagi Gunung Leuser. 

Lembah subur yang terbuka lebar ini sebagian besar datar dan dipenuhi dengan perkebunan padi dan ladang jagung.

Masih banyak hal menarik yang bisa diungkap dari Gunung Kemiri, selain lokasinya yang mempesona. 

Berikut adalah enam fakta menarik tentang Gunung Kemiri yang dirangkum dari berbagai sumber.


1. Titik Awal Pendakian di Desa Ketambe


Pendakian Gunung Kemiri dimulai dari Desa Ketambe. 

Perjalanan dari Medan ke Ketambe memakan waktu sekitar 10 jam untuk menempuh jarak 270 km, dengan kondisi jalanan dan infrastruktur yang belum sempurna. 

Pemandangan sepanjang jalan menuju Ketambe menampilkan lembah subur yang lapang. Saat memasuki lembah sejauh 25 km, Anda akan melewati Desa Karo, pintu gerbang Provinsi Aceh. 

Setiap pelancong harus melewati pos pemeriksaan ini sebelum tiba di Ketambe, di mana terdapat guest house untuk akomodasi dan pemandu lokal.


2. Proses Mendapatkan Izin Pendakian


Dari Ketambe, pendaki akan diarahkan oleh pemandu lokal menuju Gumpang, yang berjarak 90 menit. 

Di Gumpang, pendaki harus mendapatkan izin untuk memasuki taman nasional dan mendaki Gunung Kemiri di Kantor Militer setempat. 

Meski memerlukan waktu, proses ini relatif aman dengan membawa KTP atau paspor bagi warga asing.


3. Orangutan di Lokasi Kemah


Dua kilometer pertama dari Gumpang, jalur datar melewati persawahan dan ladang jagung hingga tiba di jembatan gantung yang melintasi Sungai Simpang Kiri. 

Setelah melintasi sungai, jalur mulai menanjak melewati perkebunan baru. Perkemahan pertama terletak di ketinggian 1.271 mdpl dan dapat dicapai setelah dua setengah jam perjalanan. 

Lokasi kemah ini sering menjadi tempat istirahat pertama, dikelilingi pepohonan hutan hujan raksasa yang menjadi rumah bagi orangutan.


4. Keindahan Air Terjun


Perjalanan menuju kamp kedua di ketinggian 1.736 mdpl memakan waktu sekitar dua jam. 

Perkemahan ini kecil dan cukup untuk dua tenda, dengan bonus tambahan berupa air terjun yang menakjubkan hanya berjarak sekitar 150 meter. 

Mandi di aliran pegunungan yang jernih dan segar ini bisa menjadi pengalaman yang menyegarkan, meski jalur menuju sungai cukup curam dan licin.


5. Waspadai Harimau di Jalur Pendakian


Jalur pendakian menjadi sangat curam dengan akar-akar besar dan semak-semak berduri. 

Setelah satu setengah jam, pendaki akan tiba di titik istirahat yang sangat dinanti. 

Hutan yang menipis memungkinkan lebih banyak sinar matahari masuk, menciptakan ruang untuk empat atau lima tenda dengan pemandangan yang menakjubkan. 

Namun, waspadalah terhadap jejak harimau yang sering terlihat di area ini.


6. Menaklukkan Puncak Gunung


Pendakian menuju puncak Gunung Kemiri menawarkan pemandangan pegunungan yang tak berujung. 

Setelah satu jam perjalanan, pendaki akan mencapai camp 4 di ketinggian 3.173 mdpl, yang cukup luas untuk menampung enam hingga delapan tenda. 

Rute turun mengikuti jalur yang sama dengan pendakian, dengan Kamp 3 menjadi tempat yang bagus untuk makan siang dan Kamp 2 sebagai lokasi ideal untuk berkemah malam terakhir sebelum kembali ke Gumpang dan melanjutkan perjalanan ke Medan.

Gunung Kemiri menawarkan petualangan mendaki yang penuh tantangan dan pemandangan alam yang memukau, menjadikannya destinasi yang tak boleh dilewatkan bagi para pecinta alam dan pendaki.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya