24 C
id

Ada Harta Karun 60 Ton Emas Milik Sultan Malaka yang Dirampok Eropa Terkubur di Perairan Aceh, Benarkah? Begini Ceritanya..!

Harta Karun, Aceh
Ilustrasi/


AchehNetwork.com - Indonesia, negeri yang terkenal dengan kekayaan alamnya, menyimpan harta karun yang menakjubkan, tersebar baik di darat maupun di lautan. 

Di antara cerita harta karun yang paling terkenal adalah legenda kapal Flor de la Mar, sebuah kapal dari Eropa yang tenggelam di perairan Indonesia dengan muatan emas, berlian, dan perak.


Kapal Besar dari Eropa: Flor de la Mar


Kisah Flor de la Mar dimulai pada tahun 1502, saat kapal ini diluncurkan dari Lisboa, Portugis. Kapal dengan bobot 400 ton dan panjang 36 meter ini mampu mengangkut 500 pelaut dan 50 senjata. 

Pada masa itu, Flor de la Mar dinobatkan sebagai kapal terbesar di Eropa dan menjadi kapal utama dalam eksplorasi laut Portugis.

Pelayaran perdananya menuju India untuk mencari rempah-rempah dan menaklukkan wilayah. 

Dipimpin oleh Estevao da Gama, sepupu pelaut legendaris Vasco da Gama, kapal ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kerusakan di Mozambik. 

Namun, masalah ini tidak menghalangi kapal tersebut untuk melanjutkan misinya ke India.

Kesuksesan di India membawa Flor de la Mar ke Malaka, pusat perdagangan rempah-rempah yang diketahui mendapatkan pasokan dari Maluku. 

Pada tahun 1511, di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque, Portugis menyerang Kesultanan Malaka dan merampas harta Sultan Mahmud, termasuk 60 ton emas.


Perjalanan Berakhir Tragis


Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Flor de la Mar berlayar kembali ke India dengan muatan emasnya. 

Kapal ini dikawal oleh armada kecil untuk menghindari serangan bajak laut. Namun, pada hari kedua pelayaran, kapal tersebut menghadapi badai dahsyat yang tak terduga.

Badai dan ombak besar membuat kapal kelebihan muatan ini tenggelam di perairan Aceh. 

Peter O. Koch dalam bukunya, To the Ends of the Earth: The Age of the European Explorers (2015), menulis, "Kapal yang kelebihan muatan itu segera tenggelam ke dasar laut. Membawa serta seluruh awak kapal dan semua harta berharga yang dikandungnya."

Flor de la Mar dilaporkan menghantam terumbu karang di dekat Pulau Sumatera, tepatnya di perairan Pedir, daerah Pidie. Dalam bencana tersebut, seluruh awak kapal termasuk Alfonso de Albuquerque, berusaha menyelamatkan diri, meninggalkan 60 ton emas yang menjadi misteri hingga kini.


Misteri Harta Karun yang Tersembunyi


Harta karun Flor de la Mar, yang diperkirakan masih ada di dasar laut setelah ratusan tahun, tetap menjadi incaran para pemburu harta karun. 

Namun, hingga kini, belum ada yang berhasil menemukan lokasi pasti harta tersebut. 

"Ini adalah ekspedisi yang ditakdirkan untuk bukti dari sifat serakah," tulis Peter O. Koch.

Dengan sifat emas yang tahan air, harta karun itu dipastikan masih ada. 

Namun, lokasinya yang mungkin telah berpindah akibat arus laut dan pergeseran terumbu karang membuat pencariannya menjadi tantangan tersendiri.

Indonesia, dengan kekayaan alam dan sejarahnya, terus memikat hati para petualang dan pemburu harta karun. 

Legenda Flor de la Mar adalah salah satu dari sekian banyak kisah yang menunjukkan betapa kayanya negeri ini, menyimpan rahasia dan harta karun yang menunggu untuk ditemukan.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll