24 C
id

Destinasi Monumen Kilometer Nol, Ikon Sabang yang Menakjubkan di Ujung Tebing

Monumen Kilometer Nol Indonesia Sabang, Wisata Sabang
Monumen kilometer nol Indonesia, Sabang/


AchehNetwork.com - Kota Sabang bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan Monumen Kilometer Nol Sabang yang ikonik. 

Terletak di Pulau Weh, Aceh, monumen ini berdiri megah di Desa Iboih Ujong Ba' U, Kecamatan Sukakarya.

Dengan ketinggian mencapai 43 meter, Monumen Kilometer Nol Sabang mudah dikenali oleh wisatawan lokal dan mancanegara. 

Monumen berwarna biru-putih ini mencolok di tengah-tengah hutan lindung yang berada di ujung tebing, menghadap langsung ke laut lepas Selat Malaka.


Desain dan Makna


Desain monumen ini memikat perhatian dengan empat pilar yang menyangga bangunan. 

Empat pilar ini melambangkan empat kota/kabupaten paling ujung di Indonesia: Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote. 

Di sisi-sisi tugu, terdapat ornamen segi delapan yang berkaitan erat dengan ornamen Islam, mengingat Aceh menerapkan syariat Islam. 

Monumen ini juga dihiasi motif rencong, senjata tradisional Aceh, yang dilapisi sarung, melambangkan perdamaian.



Menikmati Keindahan Alam


Wisatawan dapat naik ke sisi atas Monumen Kilometer Nol Sabang untuk menikmati keindahan laut Selat Malaka. 

Akses menuju monumen ini cukup mudah, meski harus melewati jalan perbukitan yang berkelok. 

Hanya sekitar satu jam berkendara dari pusat Kota Sabang.


Terik matahari tidak menghalangi wisatawan untuk berfoto di depan monumen ini. 

Bergantian, mereka berpose di depan tugu yang gagah ini, baik bersama keluarga maupun sendiri. 

Angin laut yang sejuk dan pepohonan rindang di sekitar tugu menambah kenyamanan bagi para pengunjung.


Sejarah dan Pemindahan


Tak banyak yang tahu bahwa Monumen Kilometer Nol Sabang awalnya tidak berada di ujung tebing. 

Pada 1997, monumen ini terletak dekat hutan Desa Iboih dan diresmikan oleh Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. 

Pada 2015, setelah mendapat izin dari pemerintah pusat, monumen ini dipindahkan ke lokasinya yang sekarang, di ujung tebing, dan selesai dibangun pada 2017. 

Pemerintah setempat juga mendirikan area berjualan untuk UMKM setempat.


Fasilitas dan Kenyamanan


Untuk masuk ke kawasan Monumen Kilometer Nol Sabang, wisatawan hanya perlu membayar tiket seharga Rp5.000. 

Biaya parkir kendaraan dikenakan Rp10.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk motor. 

Wisatawan juga dapat menuruni tebing untuk menikmati pantai Selat Malaka tanpa biaya tambahan.

Setelah berfoto, wisatawan dapat berbelanja oleh-oleh yang dijual oleh warga setempat. 

Toko-toko menawarkan berbagai macam barang, mulai dari baju, daster, hingga kemeja dengan harga terjangkau, serta miniatur monumen dari kayu. 

Selain itu, ada juga kios yang menjual makanan dan minuman, serta pedagang kaki lima yang menawarkan kudapan seperti crepes atau es krim. 

Sebagai tempat wisata yang lengkap, Monumen Kilometer Nol juga dilengkapi dengan masjid di dekat area parkir.


Kesimpulan


Monumen Kilometer Nol Sabang bukan hanya sekadar tugu, tetapi juga sebuah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam, nilai sejarah, dan beragam fasilitas untuk kenyamanan wisatawan. 

Bagi yang ingin merasakan pengalaman berwisata yang berbeda, monumen ini adalah tempat yang wajib dikunjungi.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya