24 C
id

Fakta Menarik Tentang Pulau Sipadan dan Ligitan: Dari Konflik Hingga Destinasi Wisata Terbaik di Asia

Pulau Sipadan dan Ligitan, Sengketa Malaysia-Indonesia
Pulau Sipadan dan Ligitan/Berbagai Sumber


AchehNetwork.com - Apakah Anda pernah mendengar tentang Pulau Sipadan dan Ligitan? 

Kedua pulau ini pernah menjadi sumber sengketa antara Indonesia dan Malaysia, hingga akhirnya keputusan final dibuat oleh Mahkamah Internasional.


Sengketa Sipadan dan Ligitan

Pada tahun 1997, pemerintah Indonesia dan Malaysia terlibat sengketa atas Pulau Sipadan dan Ligitan. 


Untuk menyelesaikan masalah ini, Indonesia menerbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 49 Tahun 1997 yang merujuk pada Pengesahan Special Agreement for Submission to the International Court of Justice of the Dispute between Indonesia and Malaysia concerning Sovereignty over Pulau Ligitan and Pulau Sipadan. 


Mahkamah Internasional akhirnya memutuskan bahwa kedua pulau tersebut menjadi milik Malaysia.


Indonesia mengklaim bahwa mereka memiliki hak atas kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan berdasarkan perjanjian antara Belanda dan Inggris pada tahun 1891. 


Hikmahanto Juwana dalam jurnalnya, Penyelesaian Sengketa Kepemilikian Pulau Sipadan dan Ligitan, menyatakan bahwa Indonesia meyakini Pulau Ligitan dan Sipadan yang masuk ke wilayah Belanda, nantinya diwariskan ke Indonesia. 


Di sisi lain, Malaysia berpendapat bahwa Perjanjian 1891 tidak mendukung klaim Indonesia atas kedua pulau tersebut dan menegaskan kepemilikan mereka terhadap Pulau Ligitan dan Sipadan.



Lokasi Pulau Sipadan dan Ligitan


Pulau Sipadan dan Ligitan terletak di perbatasan antara Sabah (Malaysia Timur) dan Kalimantan Timur, dalam rangkaian kepulauan di Selat Makassar. 


Pulau Ligitan adalah gugus pulau karang dengan luas 18.000 meter persegi, sementara Pulau Sipadan memiliki luas sekitar 50.000 kilometer persegi.



Sejarah Sengketa


Perebutan atas kedua pulau ini sudah berlangsung sejak tahun 1967, ketika pertemuan teknis terkait hukum laut antara Indonesia dan Malaysia diadakan. 


Indonesia menyebutkan batas-batas wilayahnya yang ternyata juga termasuk Pulau Sipadan dan Ligitan, menyebabkan Malaysia merasa keberatan. Malaysia kemudian memasukkan kedua pulau ini ke dalam peta nasionalnya.


Meskipun kedua pulau ini tidak memberikan banyak keuntungan ekonomi, aspek kedaulatan sangat penting bagi kedua negara. 


Perundingan sengketa pada tahun 1992, 1994, dan 1996 tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya perwakilan Indonesia dan Malaysia sepakat untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional pada tahun 1996. 


Mahkamah Internasional pun memutuskan bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan diberikan kepada Malaysia.



Pulau Sipadan: Destinasi Menyelam Terbaik di Asia


Meskipun sempat menjadi sengketa, Pulau Sipadan kini dikenal sebagai salah satu destinasi menyelam terbaik di Asia. 


Pada tahun 2017, CNN Travel menobatkan Pulau Sipadan sebagai Best Dive Sites Asia. Pulau ini menawarkan hamparan pasir putih, air laut sebening kaca, serta berbagai macam terumbu karang. 


Lebih dari 3.000 jenis spesies hewan laut bisa ditemukan di sini, termasuk Ikan Alu-alu (Baracuda), Ikan Selar, Penyu Agar, dan Penyu Karah. 


Para penyelam bahkan dapat melihat Ikan Selar yang membentuk formasi mirip pusaran angin.


Untuk mengunjungi Pulau Sipadan dari Jakarta, Anda bisa terbang ke Tawau dengan transit di Kuala Lumpur, atau melalui Tarakan dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan speedboat dari Tawau menuju Pulau Sipadan.



Menikmati Keindahan Sipadan dan Ligitan


Kini, Pulau Sipadan dan Ligitan yang dulu menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia, telah menjadi destinasi wisata yang menarik. 


Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mengunjungi keindahan alam bawah laut Pulau Sipadan? 


Dengan segala keunikan dan keindahan yang ditawarkan, Pulau Sipadan dan Ligitan bukan hanya cerita sejarah tentang sengketa, tetapi juga tentang keindahan alam yang luar biasa.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll