24 C
id

Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh Kritik Penghapusan Pawai Takbiran di Aceh


JARA, Pawai Takbir Keliling di Aceh
Jubir JARA, Rizki Maulizar



AchehNetwork.com - Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan Pemerintah Daerah di Aceh yang meniadakan pawai takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. 

Pawai takbiran telah menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya, khususnya di Banda Aceh.

"Pawai takbiran sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama di Banda Aceh," ujar Rizki Maulizar, Juru Bicara Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh, Minggu (16/6/24).

Rizki menyayangkan kebijakan beberapa kepala daerah yang tidak melaksanakan pawai takbiran, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Timur, dan kota Lhokseumawe, serta beberapa daerah lainnya. 

Menurutnya, pawai takbiran adalah tradisi masyarakat Aceh yang harus terus diselenggarakan sebagai bentuk hiburan Islami yang dinikmati oleh masyarakat setempat.

"Ini merupakan tradisi masyarakat Aceh yang harus selalu diselenggarakan sebagai wadah hiburan Islami yang akan disaksikan oleh masyarakat Aceh," tambah Rizki.

Ia juga menekankan bahwa acara ini hanya berlangsung dua kali dalam setahun, sehingga sangat disayangkan jika perhelatan besar ini ditiadakan oleh pimpinan daerah. 

"Event ini hanya satu malam dalam setahun dua kali diadakan, sangat disayangkan jika perhelatan akbar ini ditiadakan oleh pimpinan daerah," ujar Rizki.

Rizki berpendapat bahwa seharusnya Pemerintah Aceh mencari solusi dan penyesuaian dengan kondisi yang ada, termasuk menyediakan perlindungan dan keamanan dalam pelaksanaannya, bukan justru meniadakan acara tersebut.

Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh melalui Rizki Maulizar berharap kepada Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, agar mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan pelaksanaan takbiran keliling di setiap daerah yang ada di kabupaten/kota di Aceh.

 "Karena hal ini memang adat dan budaya masyarakat Aceh yang mayoritas adalah umat Islam, Pak PJ yang terhormat, di masa kepemimpinan Bapak, tolong tunjukkan identitas Aceh yang sebenarnya. Jangan hilangkan tradisi yang sudah menjadi rutinitas kita di provinsi Aceh," tutup Rizki.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll