24 C
id

Mengenal Memek, Kuliner Unik dari Simeulue yang Membuat Wisatawan Terpikat

Memek Simeulue, kuliner khas simeulue
Memek Simeulue/



AchehNetwork.com — Kabupaten Simeulue di Aceh memiliki kuliner khas yang namanya unik dan menggugah selera: memek. 

Makanan tradisional ini terbuat dari ketan gongseng dan pisang, menciptakan kombinasi rasa yang menggoda. 

Mari kita telusuri lebih jauh tentang memek yang kini menjadi salah satu kebanggaan kuliner Simeulue.


Warisan Budaya Tak Benda


Memek bukan sekadar makanan biasa. Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menetapkan memek sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). 

Pengakuan ini tidak hanya melestarikan warisan kuliner lokal tetapi juga menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi makanan legendaris ini.


Kuliner Musiman yang Sulit Ditemui


Meskipun memiliki popularitas yang tinggi, memek tidak mudah ditemukan setiap hari di Simeulue. 

Makanan ini lebih sering disajikan saat bulan Ramadan, menjadi hidangan favorit untuk berbuka puasa. 

Di luar bulan suci, memek jarang dijual di pasar-pasar atau lokasi jajanan di Pulau Simeulue. 

Jika ingin mencicipinya, pengunjung harus memesannya langsung dari penduduk lokal yang ahli membuatnya. 

Salah satu alasan mengapa memek sulit ditemui adalah karena bahan bakunya yang mudah basi.


Sejarah sebagai Bekal Nelayan


Memek memiliki sejarah panjang yang berawal dari kebiasaan para nelayan Simeulue. 

Dulu, nelayan membawa bahan baku sederhana seperti pisang dan ketan gongseng saat melaut. 

Dengan cara pembuatan yang praktis, memek menjadi pengganti nasi yang mudah dikonsumsi di tengah lautan. 


Arti Nama Memek


Nama 'memek' berasal dari kata 'mamemek' yang berarti mengunyah atau menggigit dalam bahasa setempat. 

Meski terdengar unik, nama ini memiliki makna sejarah yang dalam bagi masyarakat Simeulue.

 "Jadi ini namanya memek. Gak boleh diganti karena dari nenek moyang kami namanya yaitu memek,” kata Wakil Bupati Simeulue.


Tekstur dan Rasa yang Memikat


Memek memiliki tekstur yang mirip dengan bubur, dengan taburan ketan gongseng yang memberikan rasa yang legit dan lembut saat dikunyah. 

Perpaduan rasa pisang dan ketan menciptakan sensasi rasa yang khas dan memuaskan.


Menjadi Daya Tarik Wisatawan


Wakil Bupati Simeulue, Afridawati, menyebutkan bahwa banyak wisatawan yang datang ke Pulau Simeulue sengaja mencari memek. 

Mereka penasaran dengan kuliner yang telah ada sejak zaman penjajahan ini.

 “Banyak yang cari memek ini bahkan sudah sampai ke Jakarta. Mereka rata-rata penasaran dengan makanan khas Simeulue ini,” kata Afridawati.


Bagi Anda yang berencana mengunjungi Simeulue, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi memek, kuliner tradisional yang menawarkan rasa unik dan sejarah yang kaya. Selamat menikmati petualangan rasa di Pulau Simeulue!***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya