24 C
id

Polda Aceh Tangkap Lebih dari 100 Penjudi Online di Aceh Sejak Pembentukan Satgas Pemberantasan Judi Online

Judi online, Aceh
Ilustrasi gambar/



AchehNetwork.com - Lebih dari 100 penjudi online telah ditangkap oleh Polda Aceh sejak Presiden Joko Widodo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online pada 14 Juni 2024. 

Penangkapan terbaru melibatkan 11 orang di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Di Kota Langsa, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langsa menangkap AM (19), warga Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, yang kedapatan bermain judi online di sebuah warung kopi di Gampong Sungai Pauh pada Jumat (21/6/2024) pukul 00.30 WIB. 

Barang bukti yang disita termasuk satu unit handphone merk Infinix berwarna biru muda dengan saldo akun sebesar Rp 4.950.

“AM telah dibawa ke Sat Reskrim Polres Langsa untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolres Langsa, AKBP Andy Rahmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Rahmad pada Sabtu (22/6/2024).

Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Satreskrim Polres Abdya menangkap enam penjudi online dalam satu malam, Jumat (21/06/2024), dari berbagai lokasi. Keenam pelaku diamankan ke Mapolres untuk penindakan lebih lanjut. 

Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi menjelaskan bahwa patroli intensif dilakukan ke desa-desa yang dicurigai marak dengan aktivitas judi online.

“Pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2024 sekira pukul 23.00 WIB, personil Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Barat Daya memperoleh informasi dari masyarakat tentang maraknya permainan judi online. Personil melakukan patroli ke desa-desa dan berhasil mengamankan enam pelaku yang tertangkap tangan sedang berjudi online,” terang Erjan.

Di Gampong Pante Raja, Kecamatan Manggeng, dua pelaku berinisial MZ (35) dan SS (35) ditangkap. Di Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, satu pelaku berinisial ZM (26) diamankan. 

Di Gampong Lhang, Kecamatan Setia, satu pelaku berinisial IW (42) ditangkap, di Gampong Padang Sikabu, Kecamatan Kuala Batee, satu pelaku berinisial SH (21) diamankan, dan di Gampong Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, satu pelaku berinisial JW (47) ditangkap. 

Dari masing-masing pelaku, polisi menyita sisa saldo akun judi online berkisar antara Rp 103.000 hingga Rp 195.000.

Pada Kamis (20/6/2024), Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Sabang menangkap dua pelaku judi slot online di depan Kantor Wali Kota Sabang, Jalan Diponegoro, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, sekitar pukul 23.30 WIB. “Kedua pelaku adalah ST (19) dan IH (18),” kata Kapolres Sabang, AKBP Erwan, melalui Kasat Reskrim AKP Buchari. 

Barang bukti yang disita termasuk satu unit handphone merk iPhone 11 dengan saldo permainan sebesar Rp 200.000 dan saldo akun situs judi sebesar Rp 171.000.

Penangkapan juga terjadi di beberapa kota lain di Aceh, dengan jumlah total 111 orang ditangkap, termasuk di Kota Banda Aceh (22 orang), Aceh Barat (20 orang), Aceh Utara (14 orang), dan Aceh Singkil (10 orang).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberlakukan bagi anggota Polri yang terlibat dalam judi online, hingga pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

 "Kita sudah tegas terkait judi online, dan akan ada sanksi mulai dari tindakan administratif hingga PTDH jika diperlukan," ucap Sigit di Jakarta pada Sabtu (22/6/2024).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk memberantas judi online. 

Hadi meminta Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memantau aktivitas top up dana di minimarket yang diduga digunakan untuk judi online, dan mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan dugaan jual beli rekening.

"Kami akan berkoordinasi dengan minimarket-minimarket dan mengimbau masyarakat melapor jika ada praktik jual beli rekening," kata Hadi pada Sabtu (22/6/2024).***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya