24 C
id

Waroeng Guritno: Menggoyang Lidah dengan Mi Aceh Gurita dan Lobster Khas Aceh Jaya

Waroeng Guritno, Mie Aceh
Mi Aceh Gurita dan Mi Aceh Lobster


AchehNetwork.com - Kabupaten Aceh Jaya, terletak di pesisir barat selatan Aceh, dikenal dengan potensi hasil lautnya yang melimpah, salah satunya adalah gurita. 


Melihat peluang ini, seorang pemuda lokal bernama Rizki Fadhli memutuskan untuk membuka usaha kuliner dengan menggabungkan mi Aceh dan hasil laut gurita, yang diberi nama Waroeng Guritno.

Nama Waroeng Guritno sendiri merupakan akronim dari "gurita" dan "Lamno," sebuah kecamatan di Aceh Jaya tempat Fadhli memulai usahanya. 

Dengan sentuhan rempah khas Aceh, sajian mi gurita racikan Fadhli kini menjadi favorit di kalangan masyarakat setempat. 

Setiap hari, terutama di akhir pekan, Waroeng Guritno selalu dipenuhi penikmat kuliner yang ingin mencicipi hidangan istimewa ini.

Tak hanya penduduk lokal, pengunjung dari Banda Aceh pun rela menempuh perjalanan lebih dari satu jam demi menikmati sepiring mi gurita yang lezat. 

Di Waroeng Guritno, Fadhli tidak hanya menyajikan mi gurita, tetapi juga berbagai menu berbahan dasar mi lainnya, seperti mi lobster yang juga menjadi favorit para pengunjung.

Waroeng guritno, Mie Aceh
Mie Aceh Lobster/

Bahan baku seperti gurita, lobster, udang, dan seafood lainnya dipasok langsung dari nelayan setempat. 

Bagi Fadhli, yang memiliki latar belakang pendidikan di dayah (pesantren), menjalankan bisnis ini bukan semata untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Lamno.

Harga seporsi mi di Waroeng Guritno bervariasi tergantung jenis seafood yang dipilih, namun rata-rata hanya puluhan ribu rupiah saja. 

Dengan cita rasa yang istimewa, Waroeng Guritno memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan, seolah-olah seseorang sedang memandang dekat artis Wulan Guritno dan berujar, "Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan."***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll