24 C
id

Anggota DPD RI, Haji Uma Bantu Bayi Penderita Bocor Jantung dari Aceh

Haji Uma
Haji Sudirman (Haji Uma)



AchehNetwork.com - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman Haji Uma, kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu Qiana Ramadani, seorang bayi berusia satu tahun yang menderita bocor jantung. 


Qiana, yang berasal dari Desa Mesjid Beureuleng, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, dirujuk ke Jakarta untuk menjalani perawatan.


Bantuan Haji Uma untuk Qiana Ramadani

Qiana Ramadani, bayi penderita bocor jantung, berangkat ke Jakarta bersama ibunya, Nurhayati (37), dari RSZA Banda Aceh pada Senin (8/7/2024). 


Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Awalnya, Nurhayati kebingungan mengenai tempat tinggal dan biaya hidup selama di Jakarta. 


Dengan harapan mendapatkan bantuan, ia mengirimkan proposal kepada Haji Uma.


Tanggapan Cepat Haji Uma


Setelah menerima informasi tersebut, Haji Uma langsung menghubungi Nurhayati. Ia merasa sedih mendengar tangisan ibu bayi tersebut.


 "Neubantu Aneuk long Teungku Haji," ucap Nurhayati kepada Haji Uma, meminta bantuan untuk anaknya.


"Alhamdulillah, sudah kita sewa tempat tinggal dan kita tanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Setiap bulan, kita akan kirim biaya makan dan memantau perkembangannya," kata Haji Uma.


Ucapan Terima Kasih dari Nurhayati


Nurhayati sangat berterima kasih atas bantuan Haji Uma. 


"Terima kasih banyak, Pak Haji Uma, sudah membantu kami. Saya tidak bisa berkata-kata lagi, hanya Allah yang akan membalas semuanya," ujarnya dengan nada sedih.


Kedatangan di Jakarta


Kedatangan Nurhayati dan Qiana di Jakarta disambut oleh tim koordinator kos yang telah disiapkan oleh Haji Uma. 


Tiket pesawat mereka dari Aceh ke Jakarta ditanggung oleh Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal.


Kisah Qiana Ramadani


Qiana adalah anak keempat dari pasangan Muhammad Rizal (37) dan Nurhayati (38). 


Kondisi bocor jantung Qiana baru diketahui setelah ia membiru pada usia delapan bulan. 


Dokter merekomendasikan operasi di Jakarta, namun keluarga merasa panik karena ketiadaan biaya.


Setelah terkoneksi dengan salah satu karyawan RSUD dr Zainoel Abidin, mereka difasilitasi untuk terhubung dengan Haji Uma. 


Pasien akhirnya berangkat dan tiba di Jakarta pukul 19:00 dengan menggunakan Pesawat Pelita Air melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh.


Haji Uma berharap Qiana bisa segera sembuh dan meminta orangtuanya untuk bersabar serta selalu berdoa kepada Allah SWT.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll