24 C
id

Kisah Di Balik Bom Atom: Hiroshima, Nagasaki, dan Kokura yang Selamat dari Ledakan

 

Bom Atom, Kota Kokura
Kisah Di Balik Bom Atom: Hiroshima, Nagasaki, dan Kokura yang Selamat dari Ledakan



AchehNetwork.com - Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada penghujung Perang Dunia II. 


Namun, ada satu kota lain yang hampir menjadi sasaran serangan ini: Kokura. 


Beruntung, kota industri yang kini bagian dari Kitakyushu itu berhasil lolos dari malapetaka.


Hiroshima, Nagasaki, dan Kokura memiliki benang merah yang sama: ketiga kota ini memainkan peran penting dalam mendukung upaya perang Jepang.


Hiroshima: Sejarah Kota yang Berubah Selamanya

Pada 6 Agustus 1945 pukul 08.15 waktu setempat, bom uranium yang dijuluki ‘Little Boy’ dijatuhkan dari pesawat pengebom B-29 di atas pusat kota Hiroshima. 


Ini menandai penggunaan senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia.


Profil Hiroshima:


  • Pusat Militer: Hiroshima berkembang sebagai ibu kota militer dengan berbagai fasilitas dan kelompok pasukan militer setelah Tentara Kekaisaran Jepang memasang Divisi ke-5 di sana selama Era Meiji (1868-1912).
  • Pelabuhan Ujina: Berfungsi sebagai pintu gerbang bagi pasukan dan pusat utama pergerakan barang yang dikumpulkan dari seluruh negeri untuk dikirim ke medan perang di luar Jepang.


Menurut ringkasan hasil pertemuan Komite Target pemerintah AS, Hiroshima dinilai sebagai depot tentara Jepang yang penting dan pelabuhan embarkasi di tengah kawasan industri perkotaan. 


"Kota itu (Hiroshima) adalah target yang bagus di radar dan berdasarkan ukurannya, sebagian besar kota bisa rusak parah (akibat bom)," demikian isi dokumen ringkasan tersebut.


Panduan Wisata Perang: Profesor Eiji Takebayashi dari Universitas Ekonomi Hiroshima memandu murid-muridnya ke beberapa lokasi wisata terkait periode tersebut, termasuk bekas pabrik makanan tentara. 


"Bom atom dijatuhkan di tengah arus perang. Kita harus menyoroti sejarah kota (Hiroshima) sebagai ibu kota militer agar (peristiwa bom atom) tidak terulang kembali," tuturnya.


Kokura: Kota yang Lolos dari Malapetaka

Setelah Hiroshima, Kokura adalah target berikutnya. Pada 9 Agustus 1945, sebuah pesawat pengebom B-29 yang mengangkut bom plutonium mencapai langit di atas Kokura. 


Namun, visibilitas yang buruk memaksa pesawat tersebut untuk menuju target sekundernya, yaitu Nagasaki.


Profil Kokura:


  • Pabrik Persenjataan Tentara Kokura: Pabrik ini memproduksi senjata kecil, amunisi, dan bom balon.

Yukihiko Shigenobu, Kepala Museum Perdamaian Kitakyushu, menyatakan bahwa strategi AS berkembang dari tujuan menghancurkan pabrik menjadi tujuan melenyapkan kota itu sendiri. 


Pada fase terakhir Perang Dunia II, Jepang mengalami serangan bom acak di kota-kotanya, termasuk pengeboman Tokyo pada Maret 1945.


Nagasaki: Kota yang Menjadi Sasaran Kedua

Pesawat B-29 yang menuju Nagasaki melepaskan bom atom yang dijuluki ‘Fat Man’ pada pukul 11:02 waktu setempat. 


Ledakan yang mencapai 500 meter di atas tanah kota itu menewaskan sekitar 74.000 jiwa pada akhir 1945.


Profil Nagasaki:


  • Kota Pelabuhan Militer: Nagasaki dipilih sebagai sasaran karena makmur sebagai kota pelabuhan militer dan industri amunisi setelah Mitsubishi menempatkan pabriknya di sana.
  • Industri Pertambangan Batu Bara: Nagasaki juga memiliki industri pertambangan batu bara yang berkembang pesat.



Noboru Sakiyama, Kepala Museum Peringatan Perdamaian Oka Masaharu di Nagasaki, mengatakan, "Jika pangkalan atau instalasi militer dibangun, tempat itu akan menjadi sasaran serangan pertama jika terjadi perang. Memiliki industri amunisi memang menghasilkan uang, tetapi warga yang menderita pada akhirnya."


Kesimpulan

Hiroshima, Nagasaki, dan Kokura adalah saksi bisu dari akhir yang tragis Perang Dunia II. Sejarah kelam ini menjadi pengingat bagi dunia tentang dampak destruktif perang dan pentingnya perdamaian global.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll