24 C
id

Kue Meuseukat: Warisan Manis dari Aceh yang Sarat Makna

 

Meuseukat, Kue Khas Aceh
Meuseukat, Kue Khas Aceh/Foto: Si Gam



AchehNetwork.com - Kue Meuseukat adalah salah satu kue tradisional khas Aceh yang terkenal dengan rasa manis dan tekstur lembutnya. 


Kue ini sering disajikan dalam berbagai acara adat dan perayaan, serta menjadi simbol kekayaan budaya kuliner Aceh. 


Artikel ini akan membahas sejarah, bahan-bahan, cara pembuatan, dan makna budaya dari Kue Meuseukat.



Sejarah dan Makna Kue Meuseukat

Kue Meuseukat memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan tradisi dan budaya masyarakat Aceh. Nama "Meuseukat" sendiri berasal dari bahasa Aceh yang berarti 'mengikat'. 


Kue ini sering kali disajikan pada acara-acara penting seperti pernikahan, kenduri, dan perayaan hari besar Islam, menunjukkan makna kebersamaan dan ikatan sosial dalam masyarakat Aceh.


Dikutip dari Wikipedia, kue Meuseukat memiliki filosofi tersendiri yang menempatkannya dalam kasta tertinggi kue tradisional khas Aceh. 


Dalam memperlakukan tamu, masyarakat Aceh dikenal dengan kesopanannya yang tinggi, tidak hanya dari perilakunya tetapi juga dari penyajian makanannya. 


Warna putih kue ini diartikan sebagai kejernihan hati masyarakat Aceh saat menyambut tamu.


Berdasarkan makna filosofi tersebut, penyajian kue ini hanya dihadirkan pada saat-saat tertentu. Yang paling utama adalah penyambutan tamu. 


Selain itu, pernikahan juga tidak lepas dari kehadiran panganan ini sebagai hantaran. Kue ini juga bisa didapati pada perayaan hari raya besar seperti Idul Adha dan Idul Fitri. 


Tujuannya adalah untuk menyambut keluarga dan handai taulan yang bersilaturahmi.



Bahan-bahan dan Cara Pembuatan Kue Meuseukat

Kue Meuseukat tidak hanya sekadar hidangan penutup, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam. Kue ini sering kali menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur. 


Pada acara pernikahan, misalnya, Kue Meuseukat melambangkan ikatan yang kuat antara pasangan pengantin dan keluarga besar mereka. 


Pada acara kenduri atau perayaan keagamaan, kue ini menjadi simbol rasa syukur atas berkah yang diterima.


Untuk membuat Kue Meuseukat, bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah ditemukan. Bahan-bahan utamanya antara lain:


  1. Tepung ketan: Memberikan tekstur lembut dan kenyal pada kue.
  2. Kelapa parut: Menambah cita rasa gurih khas kue tradisional.
  3. Gula pasir: Menambah rasa manis.
  4. Air daun pandan: Memberikan aroma harum dan warna hijau alami.
  5. Santan: Menambah rasa gurih dan tekstur lembut.


Proses pembuatan Kue Meuseukat memerlukan ketelitian dan kesabaran. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam membuat kue ini:



1. Membuat Adonan Dasar:


  • Campurkan tepung ketan dengan air daun pandan hingga membentuk adonan yang lembut.
  • Tambahkan gula pasir ke dalam adonan dan aduk hingga merata.
  • Tambahkan kelapa parut dan santan, lalu aduk kembali hingga semua bahan tercampur sempurna.



2. Proses Memasak:


  • Panaskan wajan dengan sedikit minyak atau olesan margarin untuk mencegah lengket.
  • Tuangkan adonan ke dalam wajan dan masak dengan api kecil.
  • Aduk-aduk adonan terus-menerus agar tidak gosong dan matang merata.
  • Masak hingga adonan mengental dan berubah warna menjadi kecokelatan.


3. Pembentukan dan Penyajian:


  • Setelah adonan matang, angkat dan tuangkan ke dalam cetakan atau loyang yang sudah diolesi minyak.
  • Ratakan permukaan adonan dengan spatula dan biarkan dingin hingga mengeras.
  • Potong-potong kue sesuai selera dan sajikan.



Makna Budaya dalam Setiap Potong

Kue Meuseukat adalah salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan dan diapresiasi. 


Dengan rasa manis yang khas dan tekstur lembut yang menggoda, kue ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa makna budaya yang mendalam. 


Bagi siapa pun yang ingin mencicipi cita rasa tradisional Aceh, Kue Meuseukat adalah pilihan yang sempurna.


Dengan sejarah yang kaya dan proses pembuatan yang sarat makna, setiap potong Kue Meuseukat membawa kita lebih dekat dengan budaya dan tradisi masyarakat Aceh yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan kehangatan. Selamat mencicipi!***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll