24 C
id

Mantan Anggota DPRA Dituntut 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Beasiswa Aceh

Korupsi Aceh, DPRA Korupsi
Sidang kasus korupsi beasiswa Aceh/


AchehNetwork.com - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2014-2019, Dedi Safrizal, menghadapi tuntutan hukuman penjara selama 7,5 tahun. 


Tuntutan lebih ringan diberikan kepada Suhaimi, koordinator lapangan Dedi Safrizal. Keduanya didakwa terlibat dalam kasus korupsi beasiswa Aceh tahun anggaran 2017.



Proses Sidang: Jaksa Penuntut Umum Kejati Aceh Menyampaikan Tuntutan


Tuntutan tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Sakafa Guraba, dalam persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim ketua Zulfikar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Selasa (2/7). 


Dalam persidangan, JPU menyatakan bahwa keduanya terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp3,5 miliar.



Detail Tuntutan: Hukuman dan Denda


“Menyatakan menuntut terdakwa Dedi Safrizal dengan pidana kurungan selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU dalam persidangan. 


Selain itu, Dedi Safrizal juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp2,4 miliar. Jika tidak mampu membayar, harta bendanya akan disita untuk negara. 


Jika harta bendanya tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana kurungan selama 4 tahun penjara.



Tuntutan untuk Suhaimi: Hukuman yang Lebih Ringan


Sementara itu, Suhaimi, koordinator penyaluran beasiswa dari pokok pikiran (pokir) Dedi Safrizal, dituntut kurungan penjara selama 4,5 tahun dan denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan. 


“Membebankan terhadap terdakwa Suhaimi untuk membayar uang pengganti sebesar Rp31 juta, subsider 2 tahun 3 bulan kurungan,” kata JPU.



Pasal yang Dilanggar


Keduanya dituntut berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 Jo. UU No. 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***

ARTIKEL TERKAIT

There is no other posts in this category.

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll