24 C
id

Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh Mendalami Dugaan Korupsi Pengadaan Ikan dan Pakan Senilai Rp15,7 Miliar

Korupsi di BRA
Ilustrasi (Hukum Online)


AchehNetwork.com - Penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah memeriksa lebih dari 82 saksi terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pengadaan ikan dan pakan untuk bantuan korban konflik di Kabupaten Aceh Timur, dengan nilai mencapai Rp15,7 miliar.


Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, penyidik terus menggali keterangan untuk mengungkap kasus ini. 


"Hingga saat ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 82 saksi. Jumlah saksi ini masih berpotensi bertambah seiring dengan berlanjutnya penggalian informasi terkait kasus ini," ujarnya di Banda Aceh pada Rabu, 03 Juli 2024.


Sebelumnya, Kejati Aceh telah memulai penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan ikan dan pakan untuk korban konflik yang dikelola oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pada tahun anggaran 2023. 


Anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan ini mencapai Rp15,7 miliar.


Hasil awal penyelidikan menunjukkan adanya indikasi pengadaan ikan dan pakan yang tidak nyata. 


Kelompok masyarakat yang seharusnya menerima bantuan mengklaim tidak pernah menerima pengadaan tersebut.


Ali Rasab menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa meliputi penerima bantuan yang diusulkan, pejabat tingkat kecamatan dan desa di lokasi pengadaan, pihak rekanan atau pelaksana pengadaan, serta perwakilan dari satuan kerja di BRA yang terlibat dalam kegiatan ini.


"Pemeriksaan terhadap saksi-saksi ini bertujuan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti yang diperlukan untuk menentukan tanggung jawab dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan ikan dan pakan tersebut," tambahnya.


Selain itu, penyidik juga melakukan konfrontasi antara keterangan satu saksi dengan saksi lainnya untuk memverifikasi kebenaran informasi yang diberikan. 


Prosedur ini dilakukan sesuai dengan Pasal 116 Ayat (2) KUHAP guna memastikan kesesuaian keterangan yang diberikan.


"Hasil dari konfrontasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk menemukan alat dan barang bukti yang mendukung identifikasi tersangka yang bertanggung jawab dalam kasus ini," tutup Ali Rasab Lubis.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll