24 C
id

Selain Tajikistan, Berikut 5 Negara Muslim Terbesar yang Melarang Wanita Memakai Hijab

Negara mayoritas muslim, larangan hijab
Gambar Ilustrasi, Wanita Azerbaijan dan Wanita Turkiye/



AchehNetwork.com - Tajikistan, negara dengan mayoritas penduduk Muslim, baru-baru ini mengejutkan banyak pihak dengan mengesahkan undang-undang pelarangan hijab. 


Langkah ini diambil oleh pemerintah negara yang dikenal dengan nama resmi Republic of Tajikistan pada akhir pekan lalu, seperti dilaporkan oleh Euronews.com.


Kebijakan kontroversial ini menarik perhatian karena Tajikistan memiliki persentase umat Muslim sebesar 98 persen, berdasarkan data dari CIA World Factbook. 


Tajikistan bukan satu-satunya negara mayoritas Muslim yang memberlakukan larangan hijab. 


Berikut adalah lima negara lainnya yang juga menerapkan kebijakan serupa seperti yang telah dirangkum AN Creator dari berbagai sumber:


1. Azerbaijan

Sebagai negara terbesar di wilayah Kaukasus Selatan, Azerbaijan berbatasan dengan Rusia, Georgia, Turki, Armenia, Iran, dan Laut Kaspia. 


Negara yang juga dikenal sebagai Negara Api ini adalah negara Islam sekuler pertama di dunia. 


Pemerintah Azerbaijan melarang hijab dan berbagai aktivitas agama di ruang publik, sehingga praktik ibadah di negara ini menjadi jarang.


2. Tunisia

Tunisia, dengan persentase umat Muslim mencapai 99 persen, sering disebut sebagai negara mayoritas Muslim yang paling terpengaruh budaya Barat. 


Sejak 1981, Tunisia melarang hijab di tempat umum seperti sekolah dan kantor pemerintah. 


Kebijakan ini diperkuat pada 2006, dengan banyak wanita berhijab dihentikan polisi di jalan dan diminta melepas hijab mereka. 


Mantan Presiden Zine El Abidine Ben Ali menyebut hijab sebagai busana kolot yang tidak diundang masuk ke Tunisia.


3. Turki

Turki adalah negara dengan persentase umat Muslim mencapai 96 persen dan menganut paham sekuler. 


Di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, hijab dilarang karena dianggap kolot. 


Pada 2013, pemerintah Turki mencabut larangan hijab di kantor pemerintah, tetapi masih melarang burqa yang menutupi wajah.


4. Kazakhstan

Kazakhstan, negara bekas Uni Soviet, melarang hijab bagi siswa dan guru di sekolah sejak Oktober 2023. 


Pemerintah berpendapat bahwa sekularisme harus dilestarikan. 


Meski begitu, wanita Muslim masih diperbolehkan mengenakan hijab di tempat umum. 


Persentase umat Muslim di Kazakhstan mencapai 70,2 persen.


5. Kyrgyzstan

Di Kyrgyzstan, persentase umat Muslim mencapai 90 persen. 


Meski demikian, Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan melarang hijab secara tidak resmi. 


Pejabat kementerian menyangkal adanya peraturan resmi terkait larangan hijab, namun banyak guru dan administrator melarang hijab karena tidak termasuk dalam seragam resmi sekolah.


Kebijakan pelarangan hijab di berbagai negara mayoritas Muslim ini menunjukkan adanya dinamika dan tantangan dalam mengelola identitas agama dan sekularisme di ruang publik.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll