24 C
id

Tim Gabungan Intensifkan Patroli, Perangi Judi Online di Setiap Warung Kopi Banda Aceh

Judi online, operasi gabungan, Aceh
Operasi gabungan berantas judi online



AchehNetwork.com - Sejak dua hari lalu, tim gabungan dari Satreskrim Polresta Banda Aceh, Kodim 0101/KBA, Satpol PP, dan WH telah melakukan patroli intensif di sejumlah warung kopi di Banda Aceh. 

Patroli ini bertujuan untuk mencegah maraknya aksi judi online yang semakin meresahkan masyarakat, terutama di warung-warung kopi.


Sosialisasi dan Imbauan: Upaya Preventif Petugas


Selama patroli, petugas tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan sosialisasi serta peringatan kepada para pengunjung warung kopi. 

Langkah preventif ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat tentang bahaya judi online dan mengurangi aktivitas tersebut di tempat-tempat umum.


Spanduk Larangan: Komitmen Bersama Cegah Judi Online


Petugas juga mengimbau para pemilik dan pengelola warung kopi untuk memasang spanduk imbauan dan larangan judi online di tempat usaha mereka.

 "Langkah ini penting agar pengunjung, terutama pelaku judi online, mengetahui adanya larangan tersebut dan diharapkan mereka tidak berani melakukannya," ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, Minggu (30/6/2024).


Kesadaran Masyarakat: Kunci Utama Pencegahan


Fadilah menekankan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah maraknya perjudian online. 

Untuk memberantas judi online, diperlukan peran serta dari semua pihak dan menjadi tanggung jawab bersama. 

"Penegakan hukum atau proses pidana akan menjadi langkah terakhir sebagai bentuk ketegasan terhadap pelaku yang terang-terangan bermain judi online atau tempat usaha yang membiarkan adanya judi online," pungkasnya.


Penangkapan Pelaku Judi: Langkah Tegas Petugas


Beberapa hari yang lalu, Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap 19 pemain judi online di sejumlah warung kopi. 

Penangkapan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pemerintah dan masyarakat di Banda Aceh.


Ancaman Hukum Berat: Peringatan bagi Pelaku Judi Online


Para pelaku judi online kini dijerat dengan Pasal 18 jo 19 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman cambuk sebanyak 12 kali, denda 120 gram emas, atau kurungan penjara selama 12 bulan. 

Selain itu, judi online tidak akan meningkatkan finansial seseorang, karena tidak ada orang yang menjadi kaya karena judi.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya

Iklan: Lanjut Scroll