24 C
id

Harga Beras Turun di Pidie Akibat Masuknya 800 Ton Beras Impor dari Luar Negeri

Harga Beras Turun di Pidie Akibat Masuknya 800 Ton Beras Impor dari Luar Negeri
Ilustrasi dua pekerja sedang melakukan bongkar muat di dalam gudang Bulog. (Foto: Ist)

SIGLI - Sejak Januari 2023, telah ada impor beras premium luar negeri sebanyak 800 ton yang memasuki pasar pangan Pidie, dan hal ini berdampak pada turunnya harga beras lokal. Pedagang grosir bernama Muhammad di pasar tradisional Kota Sigli mengatakan bahwa harga beras lokal kualitas baik telah turun dari Rp185 ribu kemasan 15 kg menjadi Rp180 ribu dan harga beras kualitas sedang turun dari Rp180 ribu menjadi Rp175 ribu untuk kemasan 15 kg.

Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Sigli, Muammar, menyatakan bahwa sejak Januari 2023, kantor Perum Bulog Sigli telah menyalurkan 800 ton beras impor ke pasar lokal.

Harga beras impor dijual dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp9.950 per kilogram dengan kualitas premium atau broken 5 persen, sedangkan pedagang yang membeli dari Perum Bulog harus membayar Rp8.600 per kilogram.

Bulog menyalurkan beras impor ke pengusaha, kilang padi, toko grosir, dan supermarket dengan harapan dapat mempengaruhi stabilisasi harga. Kantor Bulog Cabang Sigli akan menerima sekitar 1.000 ton lagi beras impor untuk disalurkan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Pada tahap kedua, Perum Bulog akan mengimpor 300 ribu ton beras lagi dari Thailand dan Vietnam. Pidie akan kebagian 1.000 ton dan akan disalurkan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dengan harga di tingkat konsumen sebesar Rp9.600 per kilogram sesuai dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog memastikan tugasnya sebagai operator untuk menyalurkan kebutuhan pangan (beras) impor, dan stok pangan aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya