24 C
id

Bukit Goa Jepang: Wisata Sejarah yang Menawan di Kota Lhokseumawe

Bukit Goa Jepang, wisata sejarah, Aceh, tempat bersejarah, peninggalan masa penjajahan Jepang, panorama alam, destinasi wisata, tempat persembunyian tentara Dai Nippon, Taman Ngieng Jioh, kebudayaan Aceh, tempat wisata di Lhokseumawe
Bukit Goa Jepang (Foto: Steemit)
Achehnetwork.com - Bukit Goa Jepang, terletak di kawasan Perbukitan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh, telah menjadi destinasi wisata bersejarah yang sangat populer di kalangan para wisatawan.


Pengelola wisata, Khadijah, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan, baik dari lokal maupun luar daerah, datang untuk menikmati keindahan alam dan mempelajari sejarah masa penjajahan Jepang di Aceh.


Destinasi wisata ini merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan Jepang yang digunakan sebagai tempat persembunyian dan logistik tentara Dai Nippon. Kini, tempat bersejarah ini telah diubah menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Selain menawarkan pengalaman wisata yang menarik, Gua Jepang yang dibangun pada tahun 1942 juga menjadi bukti sejarah kelam bagi masyarakat Aceh pada masa penjajahan Jepang di Indonesia.


Setiap harinya, sekitar 200 wisatawan mengunjungi lokasi wisata ini, dan angka tersebut melonjak dua kali lipat pada akhir pekan.

Pada hari besar seperti Lebaran, bahkan jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang per hari. Mereka menikmati liburan sambil berfoto ria di tempat yang sarat dengan nilai sejarah ini.


Di perbukitan tersebut, terdapat 24 gua peninggalan penjajahan Jepang, namun hanya satu gua yang dibebaskan untuk dijadikan lokasi wisata dengan tujuh lorong yang dapat dijelajahi pengunjung.

Biaya masuk ke dalam lorong tersebut terjangkau, hanya sebesar Rp3.000 per orang dan Rp5.000 untuk dua orang.


Tidak jauh dari gua, pengunjung dapat menemukan Taman Ngieng Jioh, sebuah taman yang menawarkan panorama laut dan perbukitan yang memukau.

Biaya masuk ke lokasi wisata ini juga terjangkau, yaitu Rp5.000 per sepeda motor dan Rp20 ribu per mobil.


Meskipun tempat wisata ini sudah menarik banyak perhatian, pengelola berharap agar Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat mengalokasikan anggaran untuk membuat sumur bor di lokasi tersebut, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengunjung.

Selain itu, mereka juga berharap adanya penambahan arena permainan untuk anak-anak di taman wisata ini agar jumlah pengunjung dapat terus meningkat.


Jamal, seorang wisatawan dari Langsa, Aceh, datang ke Bukit Goa Jepang karena tertarik dengan keindahan alam yang ditawarkan di lokasi tersebut.

Bersama keluarganya, ia menikmati panorama alam yang menakjubkan dan merasakan nilai sejarah yang terkandung di tempat ini.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Zul Afrizal, menyatakan bahwa taman wisata Bukit Goa Jepang merupakan andalan destinasi wisata di daerah tersebut.

Dengan lokasinya yang berada di atas perbukitan dengan ketinggian mencapai 120 meter, pengunjung dapat menikmati panorama alam perairan Selat Malaka, perbukitan, dan kawasan industri, serta melihat daratan Kota Lhokseumawe dari atas.


Bukit Goa Jepang, sebagai destinasi wisata sejarah yang dikelola oleh kelompok masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis), hanya berjarak sekitar delapan kilometer atau 10 menit dari pusat Kota Lhokseumawe.


Tidak hanya Bukit Goa Jepang, Kota Lhokseumawe juga menawarkan berbagai destinasi wisata budaya dan sejarah menarik lainnya, seperti Masjid Agung Islamic Centre, Makam Putroe Neng, Makam Syah Hutdam, dan Makam Tgk Chik Di Paloh.

Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus mencari dan mengembangkan destinasi wisata sejarah dan kebudayaan lainnya guna menarik kunjungan wisatawan ke kota ini.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya