24 C
id

Pj Gubernur Aceh Lakukan Pelepasan Ekspor Perdana Ikan Tuna Aceh ke Arab Saudi

Ekspor Tuna Aceh, Ekspor Perdana Ikan Tuna Loin dan Saku, Potensi Perikanan Aceh, Kerjasama Start-up Aruna, Pertumbuhan Ekonomi Aceh
Pj Gubernur Aceh Lakukan Pelepasan Ekspor Perdana Ikan Tuna Aceh ke Arab Saudi (Foto: Humas Aceh)
Achehnetwork.com, Banda Aceh - Suasana gembira dan haru terpancar dari wajah Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, saat ia melepas ekspor perdana 10 ton ikan tuna loin dan saku dari Tanah Rencong ke Kerajaan Arab Saudi.

Kegiatan bersejarah ini berlangsung di Gudang PT Yakin Pasific Tuna, yang terletak di Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Kota Banda Aceh.

Bertepatan pada Rabu, momen bersejarah ini menjadi catatan penting bagi industri perikanan Aceh.


Kehadiran sejumlah tokoh penting turut menyemarakkan acara tersebut. Anggota DPR RI, TA Khalid, Kadis Perikanan Aceh, Aliman Kadis Perindag Aceh, Mohd Tanwir, serta Karo Adpim Muhammad Rahmadin dan unsur terkait lainnya turut meramaikan acara bersejarah ini.

Achmad Marzuki menyampaikan harapannya dalam sambutan singkat, bahwa ekspor ikan tuna ini tidak sekadar menjadi insiden belaka.

Ia berambisi agar ekspor ikan tuna menjadi kegiatan berkelanjutan dengan peningkatan intensitas dan volume yang berkesinambungan.


Menariknya, prestasi besar berhasil diraih oleh PT Yakin Pasific Tuna Banda Aceh dalam mengekspor 10 ton ikan tuna tersebut.

Direktur perusahaan, Almer Hafiz Sandy, dengan bangga menyatakan bahwa pabrik ikan yang mereka kelola di kawasan Lampulo Banda Aceh telah memenuhi standar internasional.

Kolaborasi dengan start-up Aruna membuka jaringan akses ke pasar luar negeri, seperti Jepang, Amerika, dan Uni Eropa, berperan besar dalam kesuksesan ekspor tersebut.


Almer juga menyoroti betapa berharganya izin ekspor ke Arab Saudi yang mereka peroleh.

Izin ini hanya diberikan dalam jumlah terbatas di Indonesia, sehingga keberhasilan ini menimbulkan rasa bangga bagi seluruh tim PT Yakin Pasific Tuna.

Ia menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat melimpah, bahkan sangat bernilai untuk diekspor.

Namun, tantangan tetap ada, karena produksi ikan nelayan masih belum sepenuhnya memanfaatkan potensi besar tersebut.


"Situasi ini menggugah kita untuk berupaya meningkatkan kapasitas para nelayan Aceh," ucap Almer dengan semangat.

Penting untuk dicatat bahwa sektor perikanan Aceh memiliki potensi yang luar biasa, dan ekspor perdana ini menjadi awal yang menjanjikan untuk menggali lebih dalam potensi tersebut.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan perikanan, dan para nelayan untuk mencapai tujuan bersama: mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kerjasama seperti yang dilakukan dengan start-up Aruna membuktikan bahwa inovasi dan kemitraan strategis dapat membuka peluang baru bagi industri perikanan Aceh.

Selangkah demi selangkah, harapan akan ekspor tuna Aceh yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian daerah semakin terasa nyata.


Dengan semangat yang membara, semoga keberhasilan ekspor perdana ini menjadi awal dari babak baru yang cerah bagi perikanan Aceh.

Mari berharap dan bekerja sama, agar potensi kelautan dan perikanan yang melimpah dari Tanah Rencong dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Aceh.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya