24 C
id

Banjir Akibat Hujan Deras di Aceh Tamiang, 15 Rumah Terendam

Banjir Aceh Tamiang, Banjir, Hujan Deras
Banjir Akibat Hujan Deras di Aceh Tamiang (Dok. Warga)
Aceh Tamiang, Acheh Network - Hujan deras yang melanda wilayah hulu Aceh Tamiang pada Rabu (30/8/2023) sore berdampak merugikan ke wilayah hilir.

Luapan air sungai yang tak mampu tertahan oleh tanggul menyebabkan setidaknya 15 rumah terendam banjir.


Kejadian ini terjadi dengan cepat dan signifikan, dimulai sekitar pukul 16.45 WIB.

Banjir yang meluap ini menutupi jalan raya di Aceh Tamiang hingga mencapai tinggi maksimal satu meter.


"Ketinggian air sudah mencapai satu meter, semoga tidak bertambah," ujar Datok Penghulu Kampung Rantaupakam, Ruslan.


Menurut Ruslan, banjir ini datang dari wilayah hulu dan telah merendam minimal 15 rumah.

Upaya penanganan permasalahan ini sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dengan membangun tanggul di sepanjang sungai di Rantaupakam.


"Namun, pembangunan tanggul belum selesai, ada dua titik yang sedang dikerjakan. Dari sana, air sungai masuk," ungkap Ruslan.


Sebelumnya, laporan menyebutkan bahwa tiga jembatan di wilayah hulu Aceh Tamiang juga rusak terkena air sungai yang meluap akibat hujan deras.

Tiga jembatan ini semuanya berada di Kampung Batubedulang, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang.


Ketiga jembatan ini memiliki konstruksi beragam, mulai dari beton, box curved, hingga menggunakan batang pohon kelapa.

Salah satu jembatan terletak di jalur utama kecamatan, sementara dua jembatan lainnya adalah penghubung antar-desa di wilayah tersebut.


Camat Bandarpusaka, Cakra Agie Winapati, menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh hujan deras sepanjang malam.

Debit air sungai yang meningkat akibat hujan tersebut menyebabkan erosi di bawah jembatan.


"Pondasi jembatan tergerus oleh banjir, sehingga jembatan roboh dan terbawa arus," ujar Cakra pada Rabu (30/8/2023).


Dia menambahkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sudah tidak baik dan pernah beberapa kali diperbaiki oleh masyarakat setempat.

Bahkan, beberapa hari sebelum jembatan roboh, jembatan tersebut baru saja diperbaiki dengan inisiatif Datok Penghulu Kampung Batubedulang.


"Sudah diperbaiki baru saja, namun karena usia jembatan yang sudah tua, inilah hasilnya," kata Cakra.


Upaya perbaikan darurat telah dilakukan oleh warga, dengan menggunakan batang pohon sebagai lantai jembatan yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki.

Sementara itu, kendaraan roda dua maupun empat dilarang melintas untuk sementara waktu.


Padahal, jembatan tersebut selama ini menjadi akses penting dalam perekonomian masyarakat, mengangkut komoditas pertanian dan perkebunan.


Cakra berharap agar kerusakan ini segera diperbaiki untuk mencegah isolasi beberapa kampung. Dia juga menegaskan bahwa tiga jembatan yang hancur ini merupakan akses utama bagi mobilitas masyarakat di wilayah hulu.


Kejadian ini telah dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, yang akan mengoordinasikan langkah selanjutnya.(*)

Sumber: Serambinews.com

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya