24 C
id

Geliat Kreatif di Pagi Hari: Cerita Sukses Sarapan Londo yang Unik dan Menguntungkan, 2 Jam Untung 1 Juta

Sarapan Londo, Gandung Sutriyono, Usaha Sarapan, Kreativitas Bisnis, Menu Sarapan Unik
Sukses Cerita Sarapan Londo yang Unik dan Menguntungkan (Youtube Jojo Jajan)
Achehnetwork.com, Inovasi - Dalam dunia bisnis, tak ada batasan untuk kreativitas. Hal ini telah dibuktikan dengan gemilang oleh Gandung Sutriyono melalui usahanya yang berani dan inovatif, yakni Sarapan Londo.

Sarapan Londo, yang secara harfiah berarti "Sarapan Bule" dalam bahasa Indonesia, memiliki konsep yang unik.

Gandung Sutriyono berhasil menjual menu sarapan khas dari masyarakat negara barat dengan sentuhan kreatifnya sendiri.

Siapa sangka, dengan merek Sarapan Londo yang hanya dihidangkan melalui gerobak, Gandung Sutriyono berhasil menghasilkan pendapatan mencapai Rp1 juta per hari.

Pria berdarah Boyolali, Jawa Tengah, ini membagikan bahwa ia memiliki keinginan kuat untuk menjalankan usaha sarapan.

Namun, di kota Boyolali sudah banyak penjual sarapan, dan persaingan menjadi semakin sengit.

Tetapi Gandung Sutriyono tidak menyerah begitu saja.

Ia mencari celah untuk menghindari persaingan yang ketat dengan menciptakan menu sarapan yang unik dan menarik minat pembeli potensial.

"Dalam hal ini, pokoknya mencari peluang, ya. Saya berpikir untuk menjual sarapan saja, tetapi menu sarapan seperti soto dan hidangan khas Boyolali sudah umum. Jadi saya mencari alternatif yang jarang ditemui, seperti menu sarapan khas orang bule," ujar Gandung Sutriyono dalam wawancara dengan kanal YouTube JOJO Jajan, pada Rabu, 16 Agustus 2023.

Gandung Sutriyono mengakui bahwa inspirasi menu sarapan ini didapat dari media sosial.

"Awalnya, saya mencari inspirasi di media sosial. Saya mencari-cari di berbagai platform media sosial, mencari tahu apa saja menu sarapan yang unik dan menarik," jelasnya.

Meskipun ide menu sarapan yang unik telah ditemukan, Gandung Sutriyono mengaku sempat merasa ragu apakah dagangannya akan laku atau tidak.

Terlebih lagi, masyarakat Boyolali lebih cenderung mengonsumsi menu sarapan tradisional seperti soto dan nasi tumpang.

Namun, hari pertama ia meluncurkan Sarapan Londo dengan gerobaknya, kekhawatiran tersebut langsung sirna. Ternyata, minat pembeli begitu besar hingga ia kesulitan melayani semua pembeli.

Meskipun usahanya hanya berlangsung selama sekitar 2 jam pada waktu pagi, ia sudah berhasil meraih keuntungan bersih sebesar Rp1 juta.

Kini, omset penjualan terus meningkat, membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas mampu membawa kesuksesan yang tak terduga.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya