24 C
id

Ponpes Tahfidz Quran MBI Aceh Barat Sasaran Penipuan Berkedok Bantuan: Waspada Modus Slip Transfer Palsu

Pondok Pesantren, Ponpes Tahfidz Quran, Majelis Belajar Iqra, Penipuan WhatsApp, Modus Slip Transfer Palsu, Bantuan Pendidikan Agama, Keamanan Ponpes.
Ilustrasi penipuan online (Foto: Pikiran Rakyat)
Achehnetwork.com, Aceh Barat - Ponpes Tahfidz Quran Majelis Belajar Iqra (MBI) hampir saja menjadi korban penipuan melalui WhatsApp (WA).

Modus penipuan ini melibatkan pelaku yang berpura-pura menjadi pejabat di Aceh Barat dan menjanjikan bantuan pendanaan untuk Ponpes tersebut.

Pelaku ini bertujuan untuk memeras uang dari Ponpes dengan mengirimkan bukti transfer palsu. 

Identitas yang dipakai pelaku pun diklaim berasal dari orang berpengaruh agar tampak meyakinkan. Beruntung, modus penipuan tersebut segera terendus sebelum berhasil mencuri uang dari Ponpes MBI.


Pengasuh Ponpes MBI, Gusti Cuy, mengungkapkan bahwa pelaku penipuan diduga tidak beroperasi sendirian.

Mereka bahkan mencatut nama Camat Johan Pahlawan, Yulisman Yahya, ketika berhubungan dengan pihak Ponpes.

Namun, setelah diinvestigasi, ternyata nomor WhatsApp yang digunakan bukanlah nomor resmi milik Camat Johan Pahlawan.


Modus operandi penipuan ini melibatkan pemberian pura-pura bantuan kepada Ponpes, di mana pelaku hanya mengirimkan bukti transfer atau slip palsu.

Mereka berusaha meyakinkan penerima bahwa dana yang dikirimkan tidak hanya untuk penerima saja, melainkan juga ada untuk Ponpes lain atau yayasan lainnya.

Setelah itu, pelaku kedua akan menghubungi pihak Ponpes dan meminta sebagian dana yang sebelumnya telah dikirimkan.


Penipuan semacam ini umumnya dilakukan pada akhir pekan atau hari Sabtu dan Minggu, karena bank tidak buka pada hari-hari tersebut.

Hal ini menyulitkan Ponpes untuk memverifikasi apakah uang telah masuk atau belum karena tidak ada akses ATM pada hari libur.


Gusti menegaskan bahwa pihak Ponpes MBI tidak memiliki akses ATM dan harus menunggu hingga hari Senin untuk memeriksa apakah uang telah masuk ke rekening.

Keadaan ini dimanfaatkan oleh para pelaku penipuan untuk beraksi di akhir pekan agar Ponpes tidak memiliki kesempatan untuk memeriksa kebenaran transfer tersebut.


Pelaku juga mengklaim bahwa dana yang mereka kirimkan tidak hanya untuk Ponpes MBI, tetapi juga untuk pesantren lain.

Mereka memaksa agar dana tersebut dikirimkan tanpa melalui verifikasi yang layak, seperti slip transfer palsu yang mereka kirimkan sebelumnya.


Gusti sangat menyesalkan kejadian ini, terutama karena Ponpes adalah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan akhlak dan ilmu agama.

Pelaku penipuan bahkan mencoba untuk memanfaatkan nama yatim piatu untuk mencari simpati. Perlu diingatkan kepada semua pengurus Ponpes di Aceh Barat dan sekitarnya agar tidak terkecoh oleh modus penipuan ini.

Semua permintaan sumbangan harus divalidasi dengan benar sebelum mengirimkan dana agar terhindar dari penipuan menggunakan slip transfer palsu.


Gusti berharap agar kejadian serupa tidak menimpa Ponpes lain di wilayah Aceh Barat.

Ia mengingatkan semua pihak untuk lebih berhati-hati dan memastikan kebenaran setiap permintaan bantuan sebelum mengirimkan dana.

Pengalaman MBI ini menjadi pelajaran bagi semua lembaga pendidikan agama agar waspada terhadap tindakan penipuan semacam ini yang merugikan dan merusak integritas lembaga yang dijalankan.

Sumber AJNN

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya