24 C
id

Tragedi Tersembunyi: Peran Rahasia Soekarno dalam Romusha Jepang dan Dampaknya pada Rakyat Indonesia

Soekarno, Romusha Jepang, Kerja Paksa, Peran Rahasia, Dampak pada Rakyat Indonesia, Kolaborasi dengan Jepang, Sejarah Terlupakan, Penyesalan Bung Karno
Soekarno mandor kerja paksa (Foto: Ist)
Achehnetwork.com —  Tersembunyi di balik lembaran sejarah, palung kisah mengenai Soekarno dan peran rahasia dalam Romusha Jepang menarik untuk diungkap.


Dalam ketidaktaahuannya mengenai agenda Jepang, Soekarno terperangkap dalam peran yang tak terduga.

Menyamar sebagai "Saudara Tua Indonesia," Jepang berhasil memancing Soekarno dalam sebuah tugas penuh intrik — menjadi pengajak serta penggerak Rakyat Indonesia untuk turut serta dalam Kerja Paksa yang diusulkan oleh Jepang.


Melalui pidatonya, Soekarno dengan penuh semangat menyuarakan kolaborasi antara bangsa Indonesia dan Nippon.

Di tengah kampanye yang memukau, ia bahkan menjejakkan kaki di Bayah, Banten Selatan, pada tahun 1944, dengan tujuan untuk memantapkan pesannya.

Dalam sebuah catatan dalam buku "Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" oleh Cindy Adams, Soekarno mengakui bahwa dialah yang mengatur serta mengambil peran sebagai Mandor Rakyat Indonesia dalam Romusha Jepang. 

Dengan kata-kata yang membebani, ia mengatakan, "Sesungguhnya akulah Soekarno yang mengirim mereka dalam kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian."

Dalam latar belakang yang mendalam, Jepang menjanjikan kehidupan yang layak kepada Rakyat Indonesia yang ikut terlibat dalam Romusha.

Namun, realitas yang pahit berbeda jauh dari janji manis tersebut.

Sehari-hari, para pekerja harus mengemban beban tugas berat tanpa kenal istirahat, serta hidup dengan kekurangan gizi yang nyata.

Dampaknya terasa pada tubuh-tubuh Rakyat Indonesia yang semakin kurus dan lemah, namun tanggung jawab kerja paksa tak pernah lepas.

Cerita kelam ini diwarnai oleh pengawasan ketat dari tentara Jepang, dengan hukuman cambuk dan bahkan tembakan bagi siapa pun yang berani melawan. 

Pelarian ke hutan pun tak berdaya, karena ancaman dari Harimau Kalimantan yang mengerikan.

Menurut catatan dari Pemerintah Kalimantan Barat, ribuan jiwa meregang nyawa akibat Romusha Jepang, meninggal karena tembakan, kelaparan, serta serangan binatang buas.

Dalam ironi yang menyayat hati, Bung Karno sendiri mengakui penyesalan atas perannya sebagai Mandor yang membawa Rakyat Indonesia ke dalam Kerja Paksa di bawah dominasi Jepang.

Kisah ini mengingatkan kita pada kompleksitas sejarah, di mana individu besar pun tak lepas dari bayang-bayang peristiwa yang menggores luka dalam.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya