24 C
id

Mahasiswi Fakultas Hukum USK Banda Aceh Asal Bener Meriah Tewas Tergantung di Kamar Kosnya

Mahasiswi Fakultas Hukum USK, Tragedi Meninggal, Gantung Diri, Bener Meriah, Banda Aceh
Ilustrasi (Net)
Aceh Besar, Acheh Network - Suasana duka menyelimuti kawasan Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (31/8/2023),

setelah seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), bernama MF (21), asal Kabupaten Bener Meriah, ditemukan tewas dengan dugaan gantung diri di dalam kamar kosnya sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang temannya, yang merasa khawatir setelah tidak adanya komunikasi selama satu hari.

Kapolsek Darussalam, Ipda Firdaus, yang berada di tempat kejadian, menjelaskan, "Benar, ditemukan oleh temannya. Sudah tidak ada komunikasi dengan temannya satu hari kemarin jadi mereka khawatir dan datang ke kos, ternyata sudah meninggal."

MF, yang merupakan mahasiswi semester 7 di Fakultas Hukum USK, tinggal sendirian di sebuah kamar kos di wilayah Darussalam.

 Namun, tetangga korban, Nuri, mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu mengenal MF karena jarang berinteraksi.

 "Memang jarang ketemu. Jadi jarang juga mengobrol. Tidak tahu bagaimana orangnya," ujar Nuri.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa sebelumnya korban tidak berkomunikasi dengan pacarnya yang berada di Takengon selama satu hari, hal ini membuat pacarnya merasa cemas. 

Pacarnya kemudian meminta salah satu teman korban untuk mengecek kondisi MF di kosannya.

Sesampainya di kamar kos korban, teman tersebut mencoba menggedor pintu namun tidak ada jawaban.

Dalam situasi yang mencurigakan, teman korban memutuskan untuk mengintip melalui ventilasi jendela kamar.

Saat melakukannya, dia dengan shock melihat korban telah tergantung.

Dengan cepat, pintu kamar kos korban pun dibuka dengan paksa, dan ditemukanlah MF tergantung dengan kain jilbab yang melilit lehernya.

Kapolsek Darussalam, Ipda Firdaus, mengungkapkan bahwa motif di balik keputusan korban untuk gantung diri masih dalam penyelidikan.

 "Untuk alasan korban gantung diri masih didalami oleh penyidik. Saat ini juga korban telah kita bawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin untuk dilakukan visum," lanjut Firdaus.

Keluarga korban yang berada di Bener Meriah juga telah dihubungi oleh pihak berwenang.

Mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju Banda Aceh.

Namun, apakah korban akan menjalani autopsi atau tidak akan menjadi keputusan dari keluarga korban sendiri, 

seperti yang diungkapkan oleh Kapolsek Firdaus, "Apakah korban nanti di autopsi atau tidak itu merupakan keputusan keluarga."(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya