24 C
id

5 Fakta Tentang Tentara Arakan: Etnis Bersenjata Terkuat di Myanmar

Tentara Arakan
Arakan Army/Foto: stimson center


AchehNetwork.com - Tentara Arakan atau Arakan Army, kelompok pemberontak terkuat di Myanmar, kembali membuat gebrakan dengan klaim penangkapan ratusan tentara pemerintah setelah merebut markas Komando Operasional Nomor 15 di Buthidaung. 


Ini merupakan tonggak penting dalam perang mereka melawan pasukan junta Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing. 


Meskipun klaim ini telah menyebar luas, pihak junta Myanmar belum memberikan tanggapan resmi.


Tentara Arakan: Kekuatan Etnis Bersenjata di Myanmar



1. Kekuatan Bersenjata Etnis Terkemuka


Tentara Arakan dikenal sebagai salah satu kelompok etnis bersenjata paling kuat di Myanmar. 

Mereka merupakan bagian dari gerakan etnis minoritas Rakhine yang terlatih dan dipersenjatai dengan baik, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press. 

Tujuan mereka adalah memperjuangkan kembali kedaulatan masyarakat multi etnis Arakan di negara bagian Rakhine.



2. Berdiri Sejak 2009


Tentara Arakan didirikan pada tahun 2009, dengan salah satu tokoh pendirinya adalah Twan Mrat Naing. 


Kelompok ini dibentuk di perbatasan Myanmar-China, di negara bagian Kachin, dan mendapat dukungan dari Kachin Independence Army (KIA).



3. Melawan Junta Myanmar


Tentara Arakan memiliki agenda politik untuk mendirikan "Bangsa Arakan" dan memperjuangkan pembebasan nasional serta pemulihan kedaulatan Arakan. 


Mereka telah terlibat dalam perang melawan pasukan junta Myanmar sejak sekitar tahun 2015, dengan pertempuran antara keduanya dianggap sebagai yang paling sengit dalam beberapa dekade terakhir Myanmar. 

Bahkan setelah kudeta militer pada tahun 2021, Tentara Arakan tetap bertahan dan melawan pemerintah junta.



4. Pernah Membentuk Aliansi


Tentara Arakan pernah membentuk aliansi dengan kelompok bersenjata lain di Myanmar yang dikenal sebagai The Three Brotherhood, yang terdiri dari Myanmar National Democratic Alliance Army (MNDAA) dan Ta’ang National Liberation Army (TNLA). 

Aliansi ini dibentuk pada tahun 2019 dan awalnya fokus pada serangan terhadap pasukan militer di wilayah MNDAA dan AA di negara bagian Shan dan Rakhine.



5. Estimasi Jumlah Anggota


Meskipun jumlah tentara Tentara Arakan tidak pasti, perkiraan menyebutkan bahwa mereka memiliki sekitar 30.000 orang anggota. 


Kelompok ini juga sering merekrut orang Rohingya, yang selama ini menjadi sasaran tindakan brutal junta Myanmar karena status minoritasnya.


Kesimpulannya, Tentara Arakan adalah kekuatan yang signifikan dalam perang di Myanmar, dengan sejarah perlawanan yang kuat terhadap pemerintah junta dan tujuan politik yang jelas untuk memperjuangkan kedaulatan Arakan.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya