24 C
id

Kuala Kencana, Kota Modern di Tengah Hutan Papua yang Menjadi Teladan Keberlanjutan Lingkungan

Kuala Kencana
Kota Kuala Kencana/


AchehNetwork.com - Kota Kuala Kencana, yang diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 5 Desember 1995, memperlihatkan sebuah prestasi luar biasa di tengah hutan tropis Papua Tengah. 


Dengan luas mencapai 17.078 hektar, kota ini bukan sekadar sebuah pusat operasional perusahaan, tetapi juga sebuah konsep unik yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan kemajuan perkotaan.

Keberadaan Kuala Kencana menjadi semacam napas segar bagi warga Mimika. 

Melangkah masuk ke dalam kota, pengunjung disambut dengan keasrian alam yang terawat baik. 

Tak ada lagi jaringan kabel dan tiang listrik yang mengganggu pandangan, semuanya tertanam rapi di bawah permukaan tanah. 

Di sepanjang jalan, pepohonan tropis memberikan nuansa alamiah, sementara flora dan fauna asli menjadi bagian tak terpisahkan dari kota ini, dijaga dengan ketat oleh warga sekitar dan petugas khusus.


Kuala Kencana dikelilingi oleh beragam fasilitas perkantoran, umum, sosial, dan tempat ibadah di pusatnya. 

Di tengah kota, menjulang sebuah patung karya Nyoman Nuarta yang menjadi ikon kota, menjadi saksi bisu keindahan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh warga setempat maupun Timika.

Kontribusi positif Kuala Kencana terhadap perkembangan Timika terus berlanjut, seperti dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air yang diresmikan pada Oktober 2023. 


Kerjasama antara PTFI dan Pemerintah Kabupaten Mimika menghasilkan sarana air bersih yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar 10 juta dollar AS. 

Fasilitas ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup warga, tetapi juga sebagai langkah berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan.


Tak hanya menjadi kota modern, Kuala Kencana juga menjadi contoh dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. 

Selain itu, kota ini menjadi tuan rumah bagi lomba maraton dan jalan cepat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Kota ini terus memperbarui sistem pengelolaan limbah dan sampah, yang secara signifikan membantu mengurangi kasus malaria di wilayah tersebut. 

Melalui kerjasama dengan Public Health & Malaria Control (PHMC), upaya pencegahan penyakit menular seperti malaria terus dilakukan.


Konsep hunian di Kuala Kencana mencerminkan harmoni antara kemodernan dan kealamian. 

Kota ini terus mempertahankan ruang terbuka hijau, yang juga menjadi habitat bagi berbagai fauna asli Papua. 

PTFI telah membuktikan bahwa pembangunan kota modern tidak harus merusak lingkungan, dan mereka berkomitmen untuk menyerahkan kembali kota ini kepada pemerintah Indonesia dengan menjaga kelestarian alamnya.


Kuala Kencana bukan hanya sebuah kota tambang modern di Indonesia bagian timur, tetapi juga sebuah contoh bagaimana pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya