24 C
id

Mengenal Republik Molossia, Negara Terkecil di Dunia yang Tak Diakui

Republik Molossia
Republik Molossia/


AchehNetwork.com - Sebuah negara seringkali diasosiasikan dengan luas wilayahnya atau jumlah penduduknya yang besar, serta adanya pemerintahan yang mengatur di dalamnya. 

Namun, ada pengecualian menarik yang mengubah pandangan tersebut.

Mari mengenal lebih dekat Republik Molossia. 

Dengan luas hanya 4,5 hektar, Molossia merupakan negara terkecil di dunia. 

Bahkan, populasi penduduknya juga sangat sedikit, hanya sekitar 30 orang yang tinggal di sana.

Tidak hanya terkecil, Molossia juga dikenal karena keunikan lainnya, yaitu sebagai sebuah negara yang berdiri di atas tanah negara lain. 

Menurut situs resminya, Molossia.org, Republik Molossia sebenarnya terletak di bagian barat Amerika Serikat, di Nevada.

Republik Molossia adalah negara dengan pengakuan terbatas yang didirikan oleh Kevin Baugh sebagai kepala pemerintahannya. 

Negara ini merupakan enclave, yaitu negara yang terletak di dalam wilayah negara lain, tepatnya di Nevada.

Meskipun kecil, Molossia dianggap sebagai negara karena memiliki pemerintahan sendiri, mata uang, bahasa, dan bahkan zona waktu sendiri.

Lalu, bagaimana sejarah berdirinya negara ini?


Idee Lucu Seorang Remaja


Republik Molossia didirikan pada tanggal 26 Mei 1997, awalnya sebagai sebuah monarki yang disebut Grand Republic of Vuldstein. 

Ide untuk menciptakan negara ini berasal dari Kevin Baugh dan James Spielman, dua remaja pada saat itu.

Kevin dan teman-temannya punya keinginan untuk mendirikan sebuah negara mikro di Nevada, Amerika Serikat. 

Mereka menginginkan sebuah entitas yang lebih mandiri daripada hanya menjadi bagian dari negara bagian.

Ide ini yang semula hanya sebagai lelucon, kemudian berkembang menjadi sebuah impian serius pada tahun 1990-an. 

Baugh mulai memperkenalkan Republik Vuldstein Raya. 

Pada tahun 1997, Baugh mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden Republik Molossia.

Tapi, apakah membangun sebuah negara semudah itu?

Ternyata tidak. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendirikan sebuah negara. 

Namun, Baugh nekat melakukannya dengan modal seadanya.

Dengan modal hanya 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 150 juta, Baugh mendirikan Republik Molossia. 

Dia mengklaim bahwa ide Molossia terinspirasi dari film The Mouse That Roared, dan juga pengalaman masa mudanya di militer.


Negara yang Tak Diakui


Sayangnya, Amerika Serikat tidak pernah mengakui Republik Molossia. 

Alasan utamanya mungkin karena negara itu belum memenuhi kriteria resmi sebagai sebuah negara.

Meskipun tidak diakui secara resmi, Molossia memiliki beberapa keistimewaan. 

Negara ini berada di luar yurisdiksi Amerika Serikat sehingga tidak perlu membayar pajak.

Selain itu, meskipun hanya dihuni oleh sekitar 30 orang, Molossia memiliki institusi-institusi seperti kantor pos, bank, mata uang, bahasa, dan bahkan program luar angkasa. 

Mereka bahkan memiliki Angkatan Laut, layanan kereta api, dan zona waktu sendiri.

Penduduk Molossia menggunakan mata uang Valora dan berbicara dalam bahasa Inggris, Esperanto, dan Spanyol. 

Mata uang mereka dicetak pada chip poker. 

Mayoritas penduduk Molossia adalah long distance citizenship, yaitu keluarga Baugh yang tidak tinggal di tanahnya (dan mereka masih membayar pajak kepada Amerika Serikat).

Dari total 30 penduduk, hanya tujuh yang tinggal di Molossia, termasuk Baugh, keluarganya, dan beberapa hewan peliharaan.

Bendera Republik Molossia mirip dengan bendera Sierra Leone yang terbalik. 

Meskipun banyak lelucon serius di negara ini, Baugh sering dikunjungi oleh turis yang penasaran dengan negara aneh yang ia ciptakan.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya