24 C
id

Israel Dan Palestina Capai Kesepakatan Langka Untuk Menghentikan Pemukiman Ilegal Selama 6 Bulan

Israel Dan Palestina Capai Kesepakatan Langka Untuk Menghentikan Pemukiman Ilegal Selama 6 Bulan
Kawasan pemukiman Yahudi Pisgat Zeev dan Desa Hizma, Palestina di bagian utara Jerusalem Timur yang dianeksasi Israel dan wilayah Palestina di Al-Ram, Tepi Barat yang diduduki. ( Foto AFP )
AQABA - Israel dan Palestina mencapai kesepakatan langka dengan setuju untuk menghentikan otorisasi pemukiman ilegal di Tepi Barat selama enam bulan. Kesepakatan tersebut dicapai setelah para pejabat Israel dan Palestina berjanji untuk mengurangi kekerasan yang semakin meningkat.

Kedua pihak membuat pernyataan bersama di resort Laut Merah Aqaba, Yordania pada hari Minggu (26/2/2023), di mana mereka mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan melakukan deeskalasi.

Menurut Al-Jazeera, Israel berkomitmen untuk tidak membahas pendirian unit pemukiman baru selama empat bulan dan tidak menyetujui pemukiman baru selama enam bulan. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan perlunya berkomitmen untuk mengurangi eskalasi dan mencegah kekerasan lebih lanjut.

Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan setelah pertemuan dihadiri oleh pejabat Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Mesir. Pertemuan itu diadakan di tengah meningkatnya kekerasan menjelang bulan suci Ramadhan.

Selain itu, otoritas Israel dan Palestina menegaskan kesiapan dan komitmen bersama untuk menghentikan tindakan sepihak selama tiga hingga enam bulan. Yordania bersama Mesir dan AS menyambut kesepakatan ini sebagai kemajuan besar menuju pembangunan kembali dan untuk memperdalam hubungan antara kedua belah pihak.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan bahwa AS menganggap pertemuan ini sebagai titik awal untuk membangun masa depan yang stabil dan sejahtera bagi orang Israel dan Palestina. Namun, ia menekankan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama beberapa pekan dan bulan mendatang untuk mewujudkan implementasi kesepakatan tersebut.

Pembicaraan antara Israel dan Palestina ini dilakukan pada hari yang sama ketika dua warga Israel tewas ditembak di Tepi Barat yang oleh pemerintah Israel disebut sebagai serangan teror Palestina. Penembakan tersebut terjadi beberapa hari setelah tentara Israel melancarkan penyerbuan di Tepi Barat, yang mengakibatkan 11 warga Palestina tewas di Nablus.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya